ketiga pakar FKH UNAIR, Prof Dr Mirni Lamid drh MP, Prof Dr Eduardus Bimo Aksono Herupranoto drh Mkes, dan Prof Dr Fedik Abdul Ratam drh pada saat acara sarasehan dan penyampaian materi pternakan di Pendopo Lamongan pada Selasa (29/9/2026). (Foto: PHMP UNAIR)

Pakar FKH UNAIR Bekali Peternak Lamongan Strategi Tingkatkan Potensi Ternak dan Pakan Lokal

100 Views•3 minutes read

UNAIR NEWS – Potensi peternakan Kabupaten Lamongan terus membuka ruang pengembangan, terutama melalui penguatan pengetahuan peternak dan pemanfaatan sumber daya lokal. Melalui Sarasehan Pengabdian Masyarakat Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (UNAIR), tiga pakar FKH UNAIR hadir membagikan pengetahuan kepada para peternak lokal di Pendopo Lokatantra Kabupaten Lamongan pada Selasa (29/9/2026).

Pemberian materi menjadi acara inti sarasehan yang mempertemukan akademisi FKH UNAIR dengan para peternak Lamongan. Tiga narasumber membahas aspek yang saling berkaitan dalam pengembangan peternakan, mulai dari potensi pengembangan ternak, penerapan biosecurity, hingga pemanfaatan bahan lokal sebagai pakan alternatif. Materi tersebut memberikan perspektif praktis bagi peternak untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga kesehatan ternak.

Dorong Potensi Peternakan Lamongan Bersama UNAIR

Prof Dr Fedik Abdul Ratam drh menyampaikan materi bertajuk Potensi Peningkatan Peternakan di Kabupaten Lamongan. Ia menilai Lamongan memiliki peluang besar untuk mengembangkan sektor peternakan melalui sinergi antara potensi daerah dan dukungan keilmuan dari UNAIR.

Prof Dr Fedik Abdul Ratam drh saat menyampaikan materi Potensi Peningkatan Peternakan di Kabupaten Lamongan, Selasa (29/6/2026). (Foto: PHMP UNAIR)

Menurut Prof Fedik, ketersediaan pakar di UNAIR dapat berjalan selaras dengan kebutuhan pengembangan peternakan Lamongan. Salah satu terobosan yang dapat mendukung peningkatan kualitas ternak yakni program transfer embrio. “Potensi ternak di Lamongan sangat besar. Ke depan, Lamongan bersama UNAIR dapat mengembangkan peternakan dengan memanfaatkan kepakaran yang ada, termasuk melalui program terobosan seperti transfer embrio,” jelasnya.

Biosecurity Jadi Kunci Jaga Kesehatan Ternak

Selanjutnya, Prof Dr Eduardus Bimo Aksono Herupranoto drh Mkes memberikan materi mengenai penerapan biosecurity. Ia menekankan pentingnya penerapan biosecurity sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan dan mencegah masuknya penyakit pada lingkungan peternakan.

Prof Dr Eduardus Bimo Aksono Herupranoto drh Mkes saat memberikan materi mengenai penerapan biosecurity. (Foto: PHMP UNAIR)

Prof Bimo menjelaskan bahwa kebersihan ternak dan lingkungan menjadi bagian penting dalam penerapan biosecurity. Peternak perlu memperhatikan kondisi kandang, kebersihan hewan, serta lingkungan sekitar agar dapat menekan risiko penularan penyakit. “Biosecurity bukan hanya soal menjaga ternak tetap bersih, tetapi juga menjaga lingkungan peternakan agar tetap sehat sehingga risiko penyakit dapat diminimalkan,” tuturnya.

Manfaatkan Bahan Lokal untuk Pakan Alternatif

Sementara itu, Prof Dr Mirni Lamid drh MP membawakan materi “Pemanfaatan Bahan Lokal sebagai Pakan Alternatif”. Ia mengajak peternak melihat potensi bahan yang tersedia di sekitar sebagai sumber pakan untuk menekan biaya sekaligus memenuhi kebutuhan nutrisi ternak.

Prof Mirni menjelaskan bahwa pakan ternak tidak hanya membutuhkan protein, tetapi juga vitamin dan karbohidrat dalam jumlah yang cukup. Menurutnya, Kabupaten Lamongan sebagai wilayah pesisir memiliki sumber daya yang dapat masyarakat manfaatkan, salah satunya ikan yang tidak terpakai untuk konsumsi. “Pakan murah sebenarnya ada di sekitar kita. Ikan-ikan yang tidak digunakan dapat diolah menjadi tepung ikan dan dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak, terutama di daerah pesisir seperti Lamongan,” ungkapnya.

Prof Dr Mirni Lamid drh MP saat membawakan materi Pemanfaatan Bahan Lokal sebagai Pakan Alternatif. (Foto: PHMP UNAIR)

Melalui materi dari ketiga pakar tersebut, FKH UNAIR mendorong peternak Lamongan untuk mengembangkan peternakan dengan pendekatan yang lebih terarah. Pendekatan tersebut mulai dari peningkatan kualitas ternak, penerapan biosecurity, hingga efisiensi pakan berbasis sumber daya lokal. Sarasehan tersebut sekaligus menjadi ruang transfer pengetahuan dari perguruan tinggi kepada masyarakat agar potensi peternakan daerah dapat berkembang secara berkelanjutan.

Penulis: Ragil Kukuh Imanto