Setiap orang memerlukan jantung yang kuat untuk dapat berfungsi normal memompa darah ke seluruh tubuh. Beberapa masalah kesehatan dapat menyebabkan otot jantung menjadi lemah sehingga fungsinya terganggu. Kondisi yang disebut lemah jantung atau kardiomiopati ini memerlukan penanganan lanjutan agar tidak berkembang dan mengakibatkan masalah yang lebih gawat.
Lemah jantung (kardiomiopati) adalah kondisi ketika jantung mengalami peradangan dan otot jantung melemah. Ada beragam penyebab lemah jantung. Salah satu yang paling banyak adalah paska serangan jantung koroner. Kardiomiopati juga bisa terjadi karena penyakit atau masalah kesehatan lain, misalnya penyakit jantung bawaan kompleks, kekurangan nutrisi, dan gangguan irama jantung. Selain itu, kardiomiopati bisa berkaitan dengan kelainan genetik. Namun kadang tidak dapat ditemukan penyebab jelas kardiomiopati pada pasien.
Pengobatan lemah jantung berfokus pada cara meredakan gejala, mencegah komplikasi, dan mengoptimalkan kualitas hidup pasien. Fokus utamanya adalah mengendalikan gejala lewat obat-obatan. Obat ini juga bisa membantu mengontrol sekaligus mencegah aritmia serta mengurangi risiko penggumpalan darah. Meski sudah melakukan upaya perlindungan dan mengubah gaya hidup, namun jika tidak diobati, kardiomiopati bisa menyebabkan gagal jantung. Berbagai obat-obatan yang tersedia saat ini masih belum cukup untuk mengobati kasus yang parah, sehingga transplantasi mungkin menjadi satu-satunya pilihan untuk menyelamatkan penderita lemah jantung yang parah. Akan tetapi, keterbatasan donor untuk transplantasi jantung, biaya yang tinggi dan belum banyak ahli transplantasi jantung menyebabkan kita harus aktif mencari solusi untuk menangani payah jantung yang tidak mempan dengan obat-obatan. Artikel ini membahas penggunaan Platelet Rich Fibrin (PRF) sebagai inovasi terkini dalam penanganan payah jantung yang tidak mempan dengan obat-obatan.
Platelet-Rich Fibrin (PRF) adalah bahan biologis autologus (berasal dari tubuh pasien sendiri) yang kaya akan trombosit, leukosit, dan fibrin, serta berbagai faktor pertumbuhan. PRF adalah derivat darah pasien yang mengandung konsentrasi tinggi platelet dan faktor pertumbuhan. Proses pembuatan PRF melibatkan pengambilan sampel darah pasien, diikuti dengan sentrifugasi untuk memisahkan komponen darah. Hasilnya adalah gel fibrin yang mengandung platelet dan faktor pertumbuhan. Dalam kedokteran, PRF dimanfaatkan luas untuk mempercepat penyembuhan jaringan dan regenerasi termasuk dalam kasus payah jantung dan jantung lemah.
Berikut adalah beberapa manfaat utama dari PRF: 1.) Mempercepat penyembuhan otot jantung yang rusak karena kekurangan oksigen. Kandungan faktor pertumbuhan seperti PDGF, TGF-β, dan VEGF membantu stimulasi angiogenesis (pembentukan pembuluh darah baru) sehingga memperbaiki aliran oksigen ke otot jantung yang kekurangan oksigen. 2.) Mempercepat perbaikan sel otot jantung dengan merangsang migrasi dan proliferasi sel fibroblas dan endotel dalam pembentukan jaringan baru. 3.) Membantu regenerasi jantung dengan menciptakan scaffold alami yang mendukung pertumbuhan sel otot jantung. 4.) Mengurangi Risiko Peradanga. Kandungan leukosit (sel darah putih) dari tubuh pasien sendiri dalam PRF membantu memberikan efek antiinflamasi dan antimikroba.
Keuntungan lain penggunaan PRF adalah sumber bahan yang berasal dari tubuh pasien sendiri (autologous) sehingga minim risiko alergi atau penolakan. Dibandingkan dengan penggunaan bahan serupa dalam dunia kedokteran regenerative, PRF minim manipulasi bahan kimia, lebih biokompatibel dan biodegradable untuk memicu tumbuhnya sel punca mesenkimal di tempat yang dikehendaki. Penelitian yang kami lakukan menunjukkan adanya peningkatan ekspresi marker GATA-4 dan troponin sebagai penanda dari keberhasilan pembentukan sel yang menyerupai otot jantung setelah diberikan PRF.
Penulis : I Gde Rurus Suryawan, Andrianto, Arisya Agita, Anudya Kartika Ratri, Ricardo Adrian Nugraha
Artikel penuh dapat dilihat pada laman: https://doi.org/10.21542/gcsp.2024.46





