Universitas Airlangga Official Website

Pemberdayaan Kader Posyandu Lanjut Usia dalam Deteksi Dini Penyakit Hipertensi

Era globalisasi diberbagai bidang, perkembangan teknologi dan industry mengakibatkan perubahan pada perilaku   dan gaya hidup masyarakat serta   situasi lingkungan. Kondisi  ini  juga  berpengaruh  terhadap  munculnya  berbagai  masalah  pada lanjut usia   yang   berkaitan   dengan   aspek   medis,   sosial,   ekonomi,   dan   psikologis   yang menuntut  perlunya  peningkatan  pelayanan  Kesehatan  terutamapada  kelompok  umur berisiko. Dengan  bertambahnya  umur,  fungsi  fisiologis  mengalami  penurunan  akibat proses   penuaan   sehingga  penyakit   tidak   menular   banyak   muncul   pada   lanjut   usia diantaranya penyakit hipertensi (Maksuk, M, dkk, 2022).

Hipertensi   merupakan   penyakit   tidak   menular   yang   sampai   saat   ini   mengalami peningkatan  setiap  tahunnya  dan  paling  banyak  dialami  oleh  lanjut usia  yang  disebabkan fisiologis  terjadi  penurunan  fungsi  organ  tubuh  akibat  penuaan  dan  dikenal  dengan penyakit  “silent killer”(Infodatin,   2019).   Di   kawasan   Asia   tenggara   dilaporkan   1/3 penduduknya  menderita  hipertensi  dan  1,5  juta  orang  meninggal  tiap  tahunnya  akibat tekanan   darah   tinggi (Kemenkes   RI,   2020).  

Penderita   hipertensi   terbanyak   pada kelompok  umur  45-70  tahun  dan  tiga  per  empat  berada  di  negara-negara  berkembang termasuk  Indonesia  yang  merupakan  salah  satu  negara  berkembang  yang  masuk  dalam daftar  5  negara  dengan  prevalensi  hipertensi  tertinggi  di  dunia  setelah  Amerika  serikat, Cina, India dan Rusia (Infodatin, 2016).Berdasarkan  hasil  Riskesdas  2018  menunjukkan  prevalensi  hipertensi  berdasarkan hasil   pengukuran   tekanan   darah,   mengalami   kenaikan   dari   25,8%   menjadi   34,1% (Kemenkes  RI,  2018).

Pemberdayaan kader Posyandu lanjut usia dalam deteksi dini penyakit hipertensi merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas kesehatan lanjut usia di masyarakat. Posyandu merupakan pusat kegiatan kesehatan masyarakat yang memiliki potensi besar untuk melakukan deteksi dini penyakit hipertensi pada lanjut usia.

Lanjut usia adalah kelompok usia yang rentan terhadap hipertensi, yang jika tidak terdeteksi secara dini dan diatasi dengan baik, dapat menyebabkan komplikasi serius seperti stroke, serangan jantung, bahkan kematian. Oleh karena itu, pemberdayaan kader Posyandu lanjut usia merupakan salah satu solusi yang efektif untuk meningkatkan deteksi dini dan penanganan penyakit hipertensi pada lanjut usia (Andri Nur Sholihah, 2022).

Jumlah populasi lanjut usia di berbagai negara terus meningkat seiring dengan peningkatan harapan hidup, sehingga menjadi penting untuk memberikan perhatian khusus terhadap kesehatan lanjut usia, termasuk deteksi dini penyakit hipertensi.

Kader Posyandu memiliki akses yang baik ke masyarakat lanjut usia karena mereka terlibat secara aktif dalam kegiatan kesehatan masyarakat. Pendidikan dan pelatihan yang diberikan kepada kader Posyandu tentang deteksi dini penyakit hipertensi sangat penting. Dengan pengetahuan yang memadai, kader Posyandu dapat mengidentifikasi gejala-gejala awal penyakit hipertensi pada lanjut usia, seperti tekanan darah tinggi, sakit kepala, kelelahan, dan sesak napas (Andri Nur Sholihah, 2022).

Upaya kolaboratif antara kader Posyandu, tenaga kesehatan, lanjut usia, keluarga, dan komunitas dapat meningkatkan efektivitas deteksi dini penyakit hipertensi. Kolaborasi ini dapat mencakup penyusunan program deteksi dini, penyediaan pendidikan kesehatan, dan koordinasi tindak lanjut untuk mencegah dan mengatasi penyakit hipertensi pada lanjut usia secara holistik.

Tujuan dari pemberdayaan kader Posyandu Lanjut usia adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam deteksi dini penyakit hipertensi pada lanjut usia. Dengan pengetahuan yang memadai, kader dapat memberikan perawatan yang lebih baik dan mencegah komplikasi yang lebih parah (Noviani, D., 2023).

Penulis : Dr. Hariyono, M. Kep

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di https://ficse.ijahst.org/index.php/ficse/article/view/53/34