Universitas Airlangga Official Website

Pemeriksaan Dini Gagal Ginjal Kronis, Apakah Efektif Secara Ekonomi?

Penyakit gagal ginjal kronis (GGK) merupakan salah satu penyakit tidak menular yang umum dijumpai di masyarakat. GGK berkontribusi sebagai salah satu faktor resiko utama dari penyakit jantung, selain itu juga memberikan dampak yang sangat besar terhadap anggaran kesehatan. Seiring dengan perburukan dari GGK, terjadi peningkatan beban biaya pengobatan baik secara langsung maupun tidak langsung. Jika tidak segera diobati, pasien dengan GGK akan jatuh kedalam kondisi gagal ginjal stadium akhir, dimana pasien membutuhkan cuci darah atau transplantasi ginjal, yang mana akan menyebabkan peningkatan biaya yang jauh lebih tinggi.

GGK seringkali tanpa gejala hingga pada stadium lanjut. Oleh karena itu, pemeriksaan dini untuk GGK dapat menjadi strategi yang penting untuk mengurangi beban ekonomi yang disebabkan oleh GGK. Namun begitu, hingga saat ini belum diketahui dengan jelas apakah pemeriksaan dini GGK dapat menguntungkan secara perhitungan ekonomi pada semua lapisan masyarakat atau hanya pada masyarakat dengan kondisi tertentu. Oleh karena itu, kami mengevaluasi tinjauan pustaka yang ada secara sistematis, untuk meneliti apa saja temuan yang ada terkait hal ini.

Berdasarkan evaluasi tinjauan pustaka secara sistematis yang sudah kami lakukan, kami mendapatkan 20 penelitian yang masuk dalam kriteria inklusi dari 3301 penelitian yang ada. 19 penelitian yang kami evaluasi ditulis dalam Bahasa inggris dan 1 penelitian dalam Bahasa Jerman. Dari 20 penelitian tersebut, 6 penelitian dilakukan di Amerika Serikat dan 3 penelitian dilakukan di Kanada. Sebanyak 8 penelitian fokus pada populasi pasien dengan diabetes, 6 penelitian fokus pada masyarakat umum, dan 6 penelitian sisanya fokus pada masyarakat umum dan juga pasien dengan resiko GGK. Dari 20 penelitian yang kami tinjau, kami menemukan bahwa pemeriksaan dini GGK pada pasien dengan diabetes atau hipertensi sangat efektif secara ekonomi. Untuk masyarakat umum, mesikpun terdapat temuan yang tidak konsisten antar penelitian, pemeriksaan secara pada masyarakat secara umum bisa jadi efektif secara ekonomi, tergantung dari faktor biaya untuk pemeriksaan dan angka kejadian.

Namun begitu, kami menemukan bahwa terdapat bias dari penelitian-penelitian yang ada, terutama di bagian data, dimana 75% dari penelitian yang ada menggunakan parameter perhitungan dari sumber lain diluar negara tempat penelitian tersebut dilakukan. Selain itu, terdapat juga bias di bagian validasi, dimana lebih dari 50% penelitian yang ada tidak melakukan validasi eksternal untuk memeriksa apakah model yang digunakan untuk melakukan analisis sudah sesuai. Oleh karena itu, diperlukan kehati-hatian dalam mengambil kesimpulan berdasarkan hasil penelitian yang sudah ada.

Saat ini, Indonesia juga telah rutin melakukan pemeriksaan dini GGK pada pasien dengan diabetes dan hipertensi melalui PROLANIS (Program Pengendalian Penyakit Kronis). Program ini bisa diikuti oleh seluruh penderita diabetes dan hipertensi yang terdaftar dalam BPJS, dan program ini dilaksanakan di fasilitas kesehatan tingkat pertama di tempat pasien tersebut terdaftar. Tujuan dari PROLANIS ini adalah untuk mencegah peruburukan kondisi penderita diabetes dan hipertensi melalui berbagai kegiatan termasuk senam rutin dan edukasi masalah kesehatan setidaknya satu bulan sekali, dan pemeriksaan laboratorium termasuk pemeriksaan dini GGK yang dilakukan secara rutin setiap 6 bulan sekali. Mesikpun hingga saat ini belum ada penelitian yang dilakukan di Indonesia untuk mengetahui seberapa efektif rangkaian kegiatan PROLANIS secara ekonomi, diharapkan lebih banyak penderita diabetes dan hipertensi di Indonesia yang dapat berpartisipasi dalam kegiatan PROLANIS, sehingga dapat menurunkan mengurangi beban terhadap anggaran kesehatan di Indonesia. Kedepannya, diharapkan peneliti-peneliti di Indonesia untuk dapat mengkaji efektivitas PROLANIS secara perhitungan ekonomi, dan juga mengkaji apakah pemeriksaan dini GGK pada masyarakat umum juga efektif secara ekonomi seperti yang kami temukan dari tinjauan pustaka yang sudah kami lakukan.

Penulis : dr. Firas Farisi Alkaff

Informasi detail dari laporan ini dapat dilihat pada tulisan kami di :

https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/37657659/

Rokhman MR, Alkaff FF, van Dorst PWM, At Thobari J, Postma MJ, van der Schans J, Boersma C. Economic Evaluations of Screening Programs for Chronic Kidney Disease: A Systematic Review. Value Health. 2023 Aug 31:S1098-3015(23)03092-9. doi: 10.1016/j.jval.2023.08.003