Capripoxvirus merupakan penyakit menular pada ternak yang disebabkan oleh kelompok virus Capripoxvirus, seperti Goat Pox Virus (GTPV), Sheep Pox Virus (SPPV), dan Lumpy Skin Disease Virus (LSDV). Penyakit ini menyerang kambing, domba, dan sapi dengan gejala berupa demam, konjungtivitis, munculnya nodul pada kulit, hingga kematian. Penularan penyakit dapat terjadi melalui kontak langsung antar hewan maupun melalui gigitan lalat kandang yang membawa virus.
Penyebaran Capripoxvirus memberikan dampak ekonomi yang cukup besar bagi sektor peternakan karena menyebabkan penurunan produktivitas ternak dan meningkatnya angka kematian hewan ternak. Oleh karena itu, diperlukan strategi pengendalian yang efektif untuk menekan penyebaran penyakit tersebut. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah melalui pemodelan matematika.
Dalam penelitian ini dikembangkan model matematika untuk menggambarkan dinamika penyebaran Capripoxvirus pada populasi ternak dan lalat kandang. Populasi ternak dibagi menjadi beberapa kelompok, yaitu ternak rentan, ternak terpapar, ternak terinfeksi, dan ternak sembuh. Sementara itu, populasi lalat kandang dibedakan menjadi lalat bebas virus dan lalat pembawa virus.
Hasil analisis menunjukkan bahwa model memiliki dua kondisi, yaitu kondisi bebas penyakit dan kondisi endemik. Kondisi bebas penyakit terjadi ketika penyebaran virus dapat dikendalikan sehingga penyakit tidak menyebar dalam populasi ternak. Sebaliknya, kondisi endemik terjadi ketika virus tetap bertahan dan terus menyebar dalam populasi.
Selain menganalisis dinamika penyebaran penyakit, penelitian ini juga mengkaji strategi pengendalian optimal melalui vaksinasi dan pemusnahan ternak yang terinfeksi. Analisis dilakukan untuk mengetahui strategi yang paling efektif dalam mengurangi jumlah ternak terpapar dan terinfeksi.
Berdasarkan hasil simulasi numerik, penerapan vaksinasi maupun pemusnahan ternak mampu menurunkan jumlah kasus infeksi. Namun, kombinasi vaksinasi dan pemusnahan ternak secara simultan memberikan hasil yang paling efektif dibandingkan penggunaan satu strategi saja. Strategi gabungan tersebut mampu menekan jumlah ternak terinfeksi serta mengurangi penyebaran virus pada populasi lalat kandang.
Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan matematika dapat digunakan sebagai alat bantu dalam memahami dinamika penyebaran penyakit pada ternak sekaligus menentukan strategi pengendalian yang optimal. Dengan penerapan vaksinasi dan pemusnahan ternak secara bersamaan, penyebaran Capripoxvirus diharapkan dapat dikendalikan secara lebih efektif.
Penulis: Cicik Alfiniyah, M.Si., Ph.D
Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:
https://pubs.aip.org/aip/acp/article-abstract/3326/1/040012/3382133
Authors: Cicik Alfiniyah*, Yuni Muyasaroh, Windarto, and Nanda Amalia Rahma
Title: Mathematical modelling and optimal control the spread of Capripoxvirus





