Calcifying odontogenic cyst (COC) adalah kista yang berasal dari epitel odontogenik dan memiliki karakteristik ghost cell. Secara klinis, COC ditandai dengan pembengkakan tanpa gejala namun memiliki riwayat trauma dan bengkak pada masa lampau. COC dapat menyebabkan pergeseran arah tumbuh gigi, perforasi ujung akar gigi, dan perforasi tulang kortikal. COC tidak bergejala dan seringkali hanya ditemukan selama rutinitas pemeriksaan radiologi. Namun dalam jangka waktu lama COC dapat menyebabkan pergeseran gigi karena desakan kista pada daerah apikal dari gigi tetangga. Bila hal tersebut terjadi, diperlukan tindakan untuk membuang kista dengan tetap mempertahankan gigi yang ada di sekitarnya.
Metode pencitraan tomografi menggunakan cone-beam CT (CBCT) dapat menjadi pilihan dalam kasus trauma gigi dan maksilofasial karena memiliki akurasi yang tinggi untuk membantu menentukan posisi COC dalam tulang alveolar. CBCT dilakukan terutama pada kasus tertentu dimana radiografi konvensional tidak dapat memberikan informasi yang memadai untuk perencanaan perawatan. Diagnosis pasti atas COC dapat ditegakkan berdasarkan pemeriksaan histologis karena tidak khasnya gambaran klinis dan radiologis dari lesi, serta perilaku biologisnya yang bervariasi.
Perawatan yang direkomendasikan untuk COC adalah enukleasi kista yang dilanjutkan dengan kuretase, dengan menghilangkan 1-2 mm lapisan tulang di sekitar rongga kistik dengan kuret tajam atau bur tulang. Prosedur ini bertujuan untuk membatasi risiko kekambuhan. Sedangkan pada lesi yang besar, dekompresi dan marsupialisasi adalah perawatan konservatif dengan tingkat keberhasilan yang tinggi. Selanjutnya dilakukan pengambilan gigi tambahan yang impaksi, dan reseksi apikal gigi yang terlibat. Ujung apical ditutup dengan MTA dan GIC dan direncanakan pengisian saluran akar dengan teknik orthograde. MTA sebagai bahan bioaktif dipilih sebagai bahan pengisi karena studi praklinis secara jelas menunjukkan bahwa MTA memiliki kemampuan sealing yang tinggi, stabilitas bahan dan biokompatibilitas yang sangat baik.
Beberapa studi eksperimental pada hewan menyoroti ringannya reaksi alergi pada jaringan sekitar. Mengingat teknis perawatan yang kompleks, perawatan dilakukan dibawah sedasi umum secara multidisiplin. Pulpektomi untuk gigi tetangga terlibat dilakukan setelah prosedur operasi selesai. Perawatan multidisiplin memiliki peran penting dalam penanganan kasus COC secara komprehensif.
Oleh: Tania Saskianti, drg., Ph.D., Sp.KGA, K-AIBK





