Dalam artikel ini akan membahas pembuatan gigi tiruan dengan pendekatan secara spesialis di bidang prostodonsia dengan menggunakan telescopic denture. Kasus ini menjadi menarik karena kondisi tulang yang sangat rendah sehingga menimbulkan kesulitan dalam pemasangan gigi tiruan yang nyaman untuk digunakan pasien. Telescopic denture menjadi solusi yang menguntungkan untuk mengatasi permasalahan di atas.
Gigi tiruan teleskopik (telescopic denture) adalah jenis protesa lepasan yang dirancang untuk memberikan retensi dan stabilitas optimal pada pasien dengan kehilangan gigi. Gigi tiruan ini terdiri dari dua komponen utama: mahkota primer atau utama yang dipasang secara permanen pada gigi yang masih ada dan mahkota sekunder yang terpasang pada gigi tiruan. Sistem teleskopik menawarkan berbagai keuntungan dan kerugian yang perlu dipertimbangkan sebelum pemilihan.
Keuntungan Gigi Tiruan Teleskopik adalah memiliki retensi dan stabilisasi yang lebih baik dibandingkan dengan gigi tiruan lepasan konvensional karena mengurangi pergerakan gigi tiruan selama penggunaan. Selain itu distribusi beban kunyah yang merata karena adanya dua lapisan mahkota sehigga dapat mengurangi tekanan pada gigi penyangga dan jaringan sekitarnya. Pasien juga melaporkan peningkatan kenyamanan dan efisiensi dalam proses mengunyah, serta peningkatan dalam pengucapan kata-kata dibandingkan dengan gigi tiruan konvensional yang dibuat tanpa penambahan telescopic. Gigi tiruan ini juga dapat mengurangi resorpsi tulang alveolar karena desain teleskopik mampu membantu mendistribusikan gaya kunyah secara lebih efektif. Dan untuk kemudahan dalam perawatan, gigi tiruan teleskopik dapat dilepas-pasang dengan mudah.
Beberapa kerugian gigi tiruan teleskopik adalah biaya yang relatif tinggi karena dalam pembuatan gigi tiruan teleskopik memerlukan dua mahkota untuk setiap gigi, yang meningkatkan biaya produksi. Prosedur pembuatan yang rumit sehingga proses pembuatan gigi tiruan teleskopik memerlukan teknik laboratorium yang presisi dan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan gigi tiruan konvensional. Pemilihan kasus yang sesuai karena jenis gigi tiruan ini membutuhkan ruang interoklusal atau jarak antara gigi atas dan bawah yang cukup untuk memastikan pemasangan kedua lapisan mahkota dan gigi tiruan. Selain itu pemilihan kasusnya juga terbatas pada kasus tertentu seperti pada pasien dengan kondisi gigi penyangga yang tidak sehat atau jaringan periodontal yang buruk sehingga tidak cocok untuk menggunakan gigi tiruan teleskopik.
Secara keseluruhan, gigi tiruan teleskopik merupakan pilihan yang efektif dan fungsional untuk pasien dengan kehilangan gigi sebagian, terutama bagi mereka yang menginginkan solusi dengan retensi dan stabilitas tinggi. Namun, pertimbangan biaya, prosedur pembuatan, dan kondisi gigi penyangga harus diperhatikan sebelum memutuskan penggunaan jenis protesa ini. Selain itu, dokter gigi sangat penting untuk menyarankan agar rutin kontrol dan selalu menjaga kebersihan rongga mulut serta gigi tiruannya agar dapat digunakan untu jangka panjang.
Penulis: Mefina Kuntjoro, drg., Sp.Pros., M.Kes. Detail tulisan ini dapat dilihat di: https://www.researchgate.net/publication/392900954_Management_of_Severe_Mandibular_Posterior_Ridge_Atrophy_Using_Tooth-Supported_Telescopic_Complete_Denture_A_Clinical_Report





