Pendekatan In Silico Kandungan Aktif Garcinia Mangostana dan Ortosiphon Stamineus untuk Memperbaiki Kadar Adipokin

36 Views•1 minutes read

Sindrom metabolik adalah sekelompok gangguan metabolik akibat disfungsi jaringan adiposa. Jaringan adiposa merupakan organ endokrin yang mengeluarkan banyak adipokin pro-inflamasi dan anti-inflamasi. Garcinia mangostana dan Orthosiphon stamineus telah menunjukkan berbagai efek farmakologis, termasuk sifat antidiabetik, anti-dislipidemia, antiobesitas, antioksidan, dan anti-inflamasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interaksi senyawa fitokimia dari Garcinia mangostana dan Orthosiphon stamineus dalam menurunkan kadar adipokin pro-inflamasi sekaligus meningkatkan kadar adipokin anti-inflamasi. Metode: Penelitian ini merupakan studi insilico senyawa fitokimia dari Garcinia mangostana dan Orthosiphon stamineus yang diambil dari PubChem dan HMDB. Adipokin sebagai protein target diperoleh dari RCSB dan UniProt. Hasil:Mangostanin, mangostanol, dan mangostinon dari Garcinia mangostana, serta ladanein, salveginin, sinensetin, dan asam rosmarinat dari Orthosiphon stamineus, menunjukkan kompleks molekuler yang stabil dibandingkan dengan senyawa lainnya. Kesimpulan:Senyawa fitokimia dari Garcinia mangostana dan Orthosiphon stamineus menunjukkan potensi sebagai kandidat obat sindrom metabolik dengan memulihkan kadar adipokine. Namun, penelitian lebih lanjut masih diperlukan.

Penulis : Danti Nur Indiastuti, Salsabila, Bellinda, ZalzabillahTazkira, ArifaMustika, Suharjono ,Sukardiman

Link : https://pharmacyeducation.fip.org/pharmacyeducation/article/view/2678/1816

Accessibility ✕
Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia English English
Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top