Kanker merupakan sel abnormal yang dapat berkembang biak dan tidak dapat dikontrol. Pengobatan penyakit ini telah lama dikembangkan seperti radioterapi, kemoterapi, pembedahan, dan transplantasi organ. Namun demikian, pengobatan tersebut masih memiliki kelemahan dan tidak efektif menyembuhkan kanker. Salah satu alternatif pengobatan kanker yang menjanjikan adalah terapi fotodinamik.
Metode ini memanfaatkan sumber cahaya dan fotosensitizer. Laser sebagai sumber cahaya memiliki sinar terfokus, koherensi, dan intensitas tinggi yang memungkinkan untuk merusak sel kanker secara langsung dengan pemusnahan sel normal yang minimal. Selain pentingnya laser sebagai sumber cahaya dalam terapi ini, fotosensitizer juga memegang peranan penting.
Pada penelitian ini, kultur sel kanker payudara MCF-7 (in vitro) dengan penambahan klorofil dan photophorphyrin (PpIX) sebagai fotosensitizer digunakan. Dosis energy dari laser biru dengan panjang gelombnag 405 nm divariasikan sekitar 2-148,14 J/cm2.
Penggunaan proses in vitro untuk memahami secara langsung informasi dan efek penyinaran laser dan penambahan fotosensitizer pada sel kanker. Efeknya kemudian dihitung dengan menggunakan persentase kematian sel. Persentase mortalitas ditemukan menghasilkan nilai yang linear dengan optical density (OD) melalui pembacaan ELISA.
Pada penelitian ini dilakukan karakterisasi laser untuk mengetahui karakterisasi daya untuk mengetahui jarak optimal sumber laser ke sampel. Setelah dilakukan karakterisasi laser, dilakukan juga persiapan isolasi klorofil dan kemudian dilakukan uji absorbansi klorofil atau fotosensitizer. Hal ini dilakukan untuk mengetahui panjang gelombang serapan dari fotosensitizer klorofil serta photophorphyrin dan untuk membenarkan kesesuaiaan antara panjang gelombang serapa fotosensitizer. Langkah berikutnya dilakukan pembiakan sel kanker MCF-7 untuk kemudian dilakukan uji toksisitas fotosensitizer.
Karakterisasi laser dihasilkan daya laser sebesar 13,99 mW dengan jarak laser ke sampel adalah sebesar 3 cm, serta luas pancaran sebesar 0,17 cm2. Dengan penyerapan maksimal fotosensitizer klorofil dan photophorphyrin pada panjang gelombang biru dan merah, serta uji toksisitas fotosensitizer dengan dosis aman adalah 1,2 µl/sampel untuk photophorphyrin dan 12 µl/sampel untuk klorofil. Efek dari paparan laser terhadap sel kanker dengan dosis energy 148,14 J/cm2 dengan menghasilkan kematian sel tertinggi sebesar 41,5% untuk sampel tanpa fotosensitizer dan 66,86% untuk tambahkan fotosensitizer klorofil, serta 83% untuk sampel dengan tambahkan photophorphyrin.
Penulis : Prof. Dr. Retna Apsari, M.Si
Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:
Apsari, R., Amrillah, T., Astutik, W., Naimah, S., Yasin, M., Zaidan: Dose Determination of Blue Laser Energy for Cancer Cells Inactivation Using Invitro Exogen Photosensitizer. https://doi.org/10.1063/5.0122427





