Universitas Airlangga Official Website

Pengalaman Kecemasan Siswa Melakukan Perawatan Gigi

Elucidasi Mekanistik Senyawa Rumput Laut Hijau dalam Manajemen Relaps Ortodonti
Ilustrasi perawatan gigi (sumber: Doktersehat)

Ketakutan melakukan pemeriksaan dokter gigi merupakan menjadi salah satu kendala perwatan gigi pada anak-anak. Apa yang terjadi ketika anak-anak usia sekolah dasar takut terhadap pemeriksaan gigi? Hampir bisa dipastikan mereka memilih untuk tidak pernah memeriksakan giginya. Kecemasan terhadap dokter dan pemeriksaan gigi merupakan salah satu jenis kecemasan yang masih banyak ditemui pada anak-anak, terutama di negara-negara berkembang. Kecemasan adalah suatu kondisi seseorang memiliki gambaran dan dugaan yang negative tentang sesuatu hal yang belum tentu terjadi. Orang yang memiliki kecemasan akan menunda untuk melakukan suatu tindakan atau menghindar.

Hal yang sama terjadi pada kecemasan terhadap prosedur pemeriksaan gigi. Anak-anak yang memiliki kecemasan terhadap pemeriksaan gigi akan menghindar dari pemeriksaan, dengan cara tidak melakukan pemeriksaan, menunda pemeriksaan, atau bahkan menolak sama sekali. Dampak dari penghindaran ini tentu berupa kesehatan gigi dan mulut yang buruk, dan secara berangsur juga berpengaruh pada kondisi psikososial. 

Secara fisik, kesehatan gigi dan mulut yang buruk menjadi penyebab gangguan atau sakit gigi yang bahkan memerlukan penanganan lebih serius, kehilangan gigi dan hambatan dalam rangkaian sistem pencernaan. Lama-lama, asupan makanan terganggu dan dapat mempengaruhi kualitas gizi.

Gangguan mulut dan sakit gigi berdampak pada rasa nyeri luar biasa yang mengakibatkan anak-anak sulit konsentrasi, tidak dapat belajar dengan baik, bermain, atau kegiatan social lain. Lambat laun anak-anak akan tertinggal dari teman-temannya, menjadi kurang percaya diri, dan dapat mengisolasi dirinya. Kondisi gigi dan mulut yang tidak sehat juga menyebabkan bau mulut dan hal ini dapat mempengaruhi hubungan social. 

Mengingat dampak dari kecemasan terhadap perawatan gigi, dan kenyataan bahwa bentuk kecemasan ini masih tinggi pada anak-anak di Nigeria, maka dua peneliti dari Fakultas Psikologi UNAIR dan University of Johannesburg Afrika Selatan melakukan kajian untuk mengetahui kecemasan anak-anak sekolah dasar di Nigeria dan factor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini dilaporkan dalam European Journal of General Dentistry Volume 13 Issue 2 in 2024. Penelitian dilakukan terhadap siswa 434  SD berusia antara 6-9 tahun di 10 sekolah di negara bagian Abia State, Southeastern Nigeria. Untuk mendapatkan data tentang kecemasan, digunakan Modified Dental Anxiety Scale (MDAS). 

Hasil penelitian ini menemukan bahwa 75% siswa memiliki kecemasan terhadap prosedur perawatan gigi pada tingkat parah dan sangat parah. Kondisi ini tidak berbeda antara siswa laki-laki maupun perempuan dan cenderung setara pada siswa dari beragam latar belakang. Temuan ini memperkuat keadaan yang setara di berbagai wilayah lain di Nigeria. Sebagai tindak lanjut, masih diperlukan berbagai upaya untuk mengenalkan siswa terhadap prosedur kesehatan gigi dengan strategi yang positif, menyenangkan dan membangun keyakinan siswa. 

Reference:

Eseadi, C. & Surjaningrum, E.R., (2024), A Cross-Sectional Study on Incidence and Predictors of Self-Reported Dental Anxiety among Nigerian Public Primary Schoolchildren, European Journal of General Dentistry 13 (02), 152-157. https://doi.org/10.1055/s-0044-1781440.