Kriopreservasi atau simpan beku sperma merupakan salah satu landasan teknologi reproduksi berbantu, namun proses ini seringkali memicu pembentukan radikal bebas atau spesies oksigen reaktif (ROS), yang mengganggu integritas membran plasma dan selanjutnya mengurangi motilitas dan viabilitas. L-glutamin telah muncul sebagai suplemen in vitro yang menjanjikan untuk mengurangi efek merugikan ini, terutama pada sampel oligozoospermia.
Berdasarkan permasalahan diatas Jesselyn Angellee dibawah bimbingan Dr. Reny I’tishom, M.Si dan dr. Agustinys, Sp.And(K), M.Si melakukan penelitian tentang “Suplementasi L-glutamin dalam meningkatkan motilitas dan viabilitas spermatozoa sampel jumlah rendah selama kriopreservasi secara in vitro”.
Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas suplementasi L-glutamin in vitro dalam mempertahankan motilitas dan viabilitas sperma berhitung rendah selama kriopreservasi.
Metode penelitian ini yaitu menggunakan delapan sampel dikumpulkan dari relawan yang hadir di Laboratorium Biologi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Airlangga, pada bulan September sampai Oktober 2023. Setiap sampel dibagi menjadi dua kelompok: kelompok perlakuan, yang menerima suplementasi L-glutamin 10 mM, dan kelompok kontrol, yang tidak menerima suplementasi. Sperma individu (10–15 per sampel) diisolasi menggunakan mikromanipulator dan dipindahkan ke cryo-straw yang berisi media pembekuan sperma sebelum menjalani pembekuan dan pencairan berikutnya. Motilitas dan viabilitas sperma pasca-pencairan dibandingkan antar kelompok menggunakan uji-t berpasangan, dengan tingkat signifikansi statistik ditetapkan pada 5%.
Hasil penelitian ini yaitu kelompok suplementasi L-glutamin menunjukkan peningkatan motilitas sperma yang signifikan dibandingkan dengan kelompok kontrol (masing-masing 9,54 ± 4,55% versus 1,75 ± 4,95%; P < 0,05). Meskipun viabilitas sperma juga lebih tinggi pada kelompok L-glutamin, perbedaannya tidak signifikan secara statistik (masing-masing 65,25 ± 8,48% versus 52,63 ± 10,47%; P > 0,05).
Kesimpulan yang didapat dari pelaksanaan penelitian ini yaitu suplementasi L-glutamin in vitro selama kriopreservasi secara substansial mempertahankan motilitas sperma dengan jumlah rendah yang lebih baik dan memberikan sedikit peningkatan viabilitas. Pendekatan ini menjanjikan untuk mengoptimalkan hasil dalam protokol kriopreservasi sperma.
Judul Artikel: L-glutamine Supplementation Enhances Sperm Motility and Viability in Low-count Samples during Cryopreservation: Evidence from a Nonrandomized In vitro Study
Penulis: Jesselyn Angellee, Christian Christopher Sunnu, Sally Suharyani, Ninik Darsini, Agustinus Agustinus, Reny I’tishom, William William, Pratik Patel, Daniel Patterson Link Artikel: https://journals.lww.com/bhsj/Pages/default.aspx





