Industri percetakan merupakan salah satu sektor industri di Indonesia yang banyak menggunakan bahan kimia berbahaya, seperti pelarut organik dalam tinta dan proses pembersihan mesin. Salah satu bahan kimia yang paling sering digunakan adalah toluena, yang terlibat dalam sekitar 75% aktivitas kerja di industri percetakan, terutama pada proses pembersihan otomatis, pelumasan mesin, dan pembuatan tinta. Paparan toluena di dalam tubuh dapat bertindak sebagai radikal bebas yang memicu stres oksidatif akibat ketidakseimbangan antara produksi radikal bebas dan sistem antioksidan. Kondisi ini ditandai dengan peningkatan kadar malondialdehida (MDA), yang dikenal sebagai biomarker stres oksidatif.
Toluena terutama dimetabolisme di hati melalui enzim sitokrom P450 2E1 (CYP2E1), yang berperan penting dalam fase I biotransformasi xenobiotik. Proses metabolisme ini dapat menghasilkan berbagai senyawa antara dan metabolit toksik yang meningkatkan pembentukan reactive oxygen species (ROS). Akumulasi ROS berlebih dapat mengganggu fungsi fisiologis sel dan berkontribusi terhadap berbagai gangguan kesehatan, termasuk kelainan metabolisme lipid yang meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Meskipun toksisitas toluena telah banyak diteliti, kajian mengenai intervensi nutrisi atau enzimatik sebagai upaya pencegahan terhadap dampak paparan toluena pada pekerja masih terbatas.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan kadar malondialdehida dan kolesterol sebelum dan sesudah pemberian asupan diet yang diperkaya enzim CYP2E1 dan dekarboksilase pada pekerja industri percetakan di Surabaya yang terpapar toluena, sebagai pendekatan preventif untuk mengurangi stres oksidatif dan risiko gangguan metabolik akibat paparan pelarut organik.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pekerja industri percetakan di Surabaya terpapar toluena dalam kadar rendah namun terukur, dengan rata-rata 0,0265 ppm, dan paparan tersebut berkaitan dengan perubahan biomarker stres oksidatif. Meskipun sebagian besar pekerja memiliki pola kerja yang relatif stabil, terdapat perbedaan signifikan kadar kolesterol dan malondialdehida (MDA) sebelum dan setelah intervensi. Pemberian minuman yang diperkaya enzim CYP2E1 dan dekarboksilase selama 14 hari terbukti menurunkan kadar kolesterol dan MDA secara signifikan, yang mengindikasikan potensi suplementasi nutrisi berbasis enzim dalam mengurangi stres oksidatif akibat paparan pelarut organik. Walaupun interpretasi kausal masih terbatas akibat ketiadaan kelompok kontrol, ukuran sampel yang kecil, dan durasi intervensi yang singkat, temuan ini memberikan bukti awal mengenai peran intervensi enzimatik sebagai strategi pendukung dalam kesehatan kerja bagi pekerja yang terpapar toluena.
Journal Functional Food Science 2025;5(10): 484 – 495
Pudji Rahmawati, Abdul Rohim Tualeka, Gurendro Putro, Aceng Ruyani, Susmiati Susmiati, Aris Santjaka, Abdul Aziz Alimul Hidayat, Ellyza Setya Maryiantari, Khoiron, Dimas Rahadian Aji Muhammad, Lukman Handoko1, Nur Mukarromah, Dina Keumala Sari, Sunardi Sunardi, Rizky Maharja, Jihan Faradisha, Bokiraiya Latuamury, Sajiyo Sajiyo, Sabrina Karim





