Sektor farmasi merupakan salah satu model bisnis yang sangat kompleks karena terus memproduksi, dan memasarkan berbagai produk kimia terkini (NCE) dan bioproduk (protein, antibodi monoklonal, vaksin, dll) yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia. Konsep “Analisis Tingkat Lanjut” yang muncul dari era Industri 4.0 telah terimplementasi di seluruh rantai nilai perusahaan farmasi, mencakup aspek riset dan pengembangan, keselamatan, produksi, dan regulasi. Menjaga standar produk akhir menjadi suatu hal yang sangat penting untuk mencegah timbulnya berbagai risiko kesehatan yang dapat muncul dari produk-produk farmasi yang sebagian besar dapat menyelamatkan nyawa. Unit-unit manufaktur farmasi merupakan prasyarat yang sangat sederhana untuk mencapai tujuan kemajuan berkelanjutan bagi organisasi internasional. Untuk memproduksi obat-obatan baru yang efektif dan terjangkau, perlu ada kontrol yang ketat terhadap kesejahteraan, dorongan, kemampuan, serta kontribusi dalam mengurangi kemiskinan penduduk. Hal ini adalah salah satu tujuan utama dari pembangunan berkelanjutan.
Sektor farmasi secara konsisten berupaya menciptakan terapi-terapi baru yang membantu meningkatkan kualitas hidup manusia. Obat-obatan digunakan untuk mendiagnosis dan menyembuhkan penyakit. Namun, terkadang juga dapat menimbulkan efek samping yang berbahaya. Sebagai contoh, kontaminan seperti obat-obatan dalam sistem air minum telah menjadi salah satu masalah mendasar yang manusia hadapi. Survei terbaru menyatakan bahwa banyak obat-obatan yang sudah dilepaskan sebagian ke lingkungan, menyaingi tingkat keberadaan beberapa pestisida. Obat-obatan memiliki potensi untuk menjadi polutan yang tersebar di mana-mana karena sudah terdapat di lingkungan yang manusia huni. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa narkotika kadang-kadang terdeteksi dalam air permukaan, air tanah, bahkan air minum, yang bisa mengancam kehidupan di ekosistem perairan. Selama masa pandemi COVID-19, sektor farmasi mengalami dampak positif dari penelitian dan pembuatan obat-obatan yang berguna untuk merawat pasien yang terinfeksi COVID-19. Implementasi Industri 4.0 dalam produksi vaksin harapannya dapat meningkatkan kualitas, efektivitas, dan kepatuhan terhadap persyaratan regulasi data.
Peran Industri 4.0 dalam Sektor Farmasi
Industri 4.0 memberikan berbagai potensi dan peluang maju dalam penyediaan layanan kesehatan. Dengan bantuan teknologi inovatif, Industri 4.0 memberikan dampak yang menguntungkan pada sistem manajemen rumah sakit. Analisis data ada untuk mengelola informasi pasien dan memberikan wawasan berharga, seperti gejala pasien. Sensor pintar menyediakan informasi tentang suhu, tekanan darah, dan kondisi pasien lainnya. Salah satu keunggulan luar biasa dari Industri 4.0 adalah kemampuannya dalam mendaur ulang sampah, yang membantu mencegah sektor medis memperburuk dampaknya terhadap lingkungan. Teknologi canggih juga memberikan dampak positif dalam penelitian medis. Industri 4.0 memberikan fleksibilitas dalam pola produksi, di mana sistem manufaktur bisa manusia kendalikan secara digital.
Implementasi Industri 4.0 memainkan peran penting dalam modernisasi sektor farmasi dan biofarmasi. Industri 4.0 dapat membantu mengurangi dampak ekologis dari produk-produk farmasi, proses produksi, maupun proses lainnya berdasarkan ketersediaan informasi jejak dan studi yang dapat manusia lacak. Industri 4.0 melibatkan penggunaan otomatisasi yang fleksibel, sistem cyber-fisik, Internet of Things (IoT), robotika kognitif, pemodelan data yang ekstensif, dan pencetakan 3D.
Vaksin Covid-19
Sarfraz dkk. (2022) mengevaluasi pentingnya Industri 4.0 dalam memproduksi dan mendistribusikan vaksin COVID-19. Teknologi Industri 4.0 yang manusia gunakan dalam pembuatan vaksin untuk meningkatkan kualitas dan efektivitasnya. Teknologi seperti digitalisasi dan analisis data besar digunakan untuk memproduksi vaksin secara lebih baik dalam skala besar. Vaksin 4.0 memiliki peran penting dalam proses pembuatan vaksin dan memastikan kualitasnya. Vaksin 4.0 juga melibatkan analisis dalam pengembangan proses, penilaian kualitas, kinerja proses, stabilitas produk, optimalisasi pemeliharaan, dan kepatuhan terhadap standar. Pelacakan vaksin melalui teknologi ponsel pintar digunakan untuk menyusul suntikan penyegaran vaksin COVID-19. Industri 4.0 manusia gunakan dalam produksi vaksin untuk mengurangi kesenjangan dalam distribusi.
Thuemmler dan Bai (2017) mengevaluasi bahwa obat-obatan “pintar” menyediakan konektivitas elektronik yang memungkinkan pengumpulan, analisis, dan penyimpanan data. Industri 4.0, khususnya, berfokus pada penelitian dan pengembangan di sektor farmasi. Analisis big data dan kesehatan seluler digunakan secara signifikan dalam diagnostik. Penerapan Industri 4.0 memajukan perkembangan teknologi. Teknologi informasi memainkan peran penting dalam manajemen operasi manufaktur. Kecerdasan buatan mampu untuk menghubungkan pengembangan produk dengan operasi manufaktur. Peningkatan kualitas analitik berdasarkan desain dapat untuk memahami tujuan, kualitas, akurasi, kekhususan, dan sebagainya. Industri 4.0 di sektor farmasi dapat mengisi kesenjangan dalam industri manufaktur.
Pembangunan berkelanjutan dapat tercapai dengan menerapkan Industri 4.0. Industri 4.0 dapat menghubungkan dunia nyata dan dunia maya, memberikan dimensi baru bagi sektor farmasi. Dengan mulai berjalannya Revolusi Industri Keempat, rantai pasokan farmasi yang berkelanjutan pun lahir dan meningkatkan pengelolaan produk. Keberlanjutan sangat tergantung pada kemajuan teknologi Industri 4.0. Dengan demikian, Industri 4.0 memiliki dampak positif pada pembangunan berkelanjutan.
Penulis : Aqila Elga Ramadhani, (Mahasiswa Teknik Industri, FTMM, UNAIR)
BACA JUGA: Perang Dagang Amerika dan China di ASEAN





