Universitas Airlangga Official Website

Pengaruh Intervensi Mindfulness terhadap Tekanan Darah dan Stres pada Pasien Hipertensi

Pengaruh Intervensi Mindfulness terhadap Tekanan Darah dan Stres pada Pasien Hipertensi
Sumber: Siloam Hospitals

Hipertensi adalah faktor risiko utama penyakit jantung dan pembuluh darah, yang merupakan penyebab utama kematian akibat penyakit tidak menular di seluruh dunia. Diperkirakan sekitar 1,2 miliar orang mengalami hipertensi, dan prevalensinya diperkirakan akan terus meningkat, dengan 29% populasi global diperkirakan mengalami hipertensi pada 2025. Di Indonesia, prevalensi hipertensi tercatat sekitar 34,1% pada 2018, dengan angka tertinggi di Kalimantan Selatan dan terendah di Papua. Hipertensi dikenal sebagai pembunuh diam-diam karena banyak penderita tidak merasakan gejala, meskipun meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal. Pengelolaan hipertensi melibatkan perubahan gaya hidup sehat dan pengendalian penyakit, baik dengan atau tanpa obat. Selain itu, stres juga menjadi faktor penting yang mempengaruhi hipertensi, di mana stres dapat memperburuk kondisi kesehatan. Model Adaptasi Roy (RAM) menggambarkan bagaimana faktor stres mempengaruhi proses koping tubuh, yang berhubungan dengan pengolahan informasi dan respons adaptif. Mindfulness, yang dapat membantu mengurangi stres, juga menunjukkan efektivitas dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa terapi mindfulness dapat mengurangi tekanan darah dan tingkat stres pada pasien hipertensi, meskipun mereka sudah menerima pengobatan.

Strategi pencarian dan kriteria seleksi penelitian ini dilakukan dengan mencari publikasi yang relevan antara Januari 2019 hingga Desember 2023. Pencarian dilakukan menggunakan sumber daya akses terbuka dalam bahasa Inggris dari empat database: Scopus, ScienceDirect, ProQuest, dan CINAHL. Kerangka kerja PICO digunakan dalam pencarian ini dengan elemen-elemen berikut: Populasi (individu yang menderita hipertensi), Intervensi (perhatian, doa, dzikir, atau spiritualitas), Perbandingan (kelompok intervensi dibandingkan dengan kelompok kontrol), dan Hasil (tekanan darah dan stres). Pencarian menggunakan operator Boolean “AND” dan “OR” serta kata kunci seperti “mindfulness,” “stres,” “tekanan darah,” dan “hipertensi.” Pemilihan studi dilakukan menggunakan kriteria PRISMA dan diagram alur Rayyan. Langkah awal mencakup identifikasi duplikat dan seleksi abstrak untuk memastikan kesesuaian dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Kriteria inklusi mencakup pasien hipertensi berusia 18 tahun ke atas, intervensi mindfulness seperti Mindfulness-Based Stress Reduction (MBSR), dan kelompok kontrol yang menerima perawatan biasa. Desain penelitian meliputi uji klinis acak, survei cross-sectional, uji klinis prospektif, dan desain eksperimental lainnya. Artikel yang dipilih adalah yang berbahasa Inggris dan terbit antara Januari 2019 hingga Desember 2023, serta merupakan artikel akses terbuka dan teks lengkap.

Hasil dari literature review menunjukkan bahwa intervensi untuk mengurangi tekanan darah dan stres sangat penting bagi pasien hipertensi guna mencegah komplikasi lebih lanjut. Salah satu pendekatan yang terbukti efektif adalah mindfulness, yang merupakan metode sederhana dan murah untuk mengurangi tekanan darah dan stres pada pasien hipertensi. Dengan melibatkan teknik pernapasan, perhatian penuh, dan relaksasi, mindfulness dapat membantu pasien mengelola stres dan menurunkan tekanan darah secara alami. Implementasi program mindfulness dapat menjadi alternatif non-farmakologis yang efektif untuk mendukung pengelolaan hipertensi jangka panjang dan meningkatkan kualitas hidup pasien hipertensi.

Penulis: Prof. Dr. Nursalam, M.Nurs (Hons)

Link: http://saber.ucv.ve/ojs/index.php/rev_gmc/article/view/29735

Baca juga: Hipertensi pada Lansia: Tantangan dan Cara Mengatasinya