Universitas Airlangga Official Website

Identifikasi Faktor Internal dan Eksternal Penyebab Luka Tekan pada Pasien Bedah

Identifikasi Faktor Internal dan Eksternal Penyebab Luka Tekan pada Pasien Bedah
Sumber: Alodokter

Tekanan yang terus-menerus pada kulit dan jaringan di bawahnya dapat menyebabkan pressure injuries (PI), terutama pada pasien bedah yang rentan akibat imobilitas, penggunaan anestesi, serta kondisi medis yang sudah ada sebelumnya. PI pascaoperasi tidak hanya berkontribusi pada perpanjangan masa rawat inap, tetapi juga meningkatkan morbiditas dengan prevalensi mencapai 17,8%. Beberapa faktor risiko utama mencakup usia di atas 70 tahun, hipertensi, penyakit jantung, skor Braden di bawah 15, jenis operasi yang dilakukan, dan durasi anestesi. Tingkat keparahan PI bervariasi, mulai dari luka ringan hingga luka berat yang sulit sembuh dan berpotensi menimbulkan komplikasi serius. Oleh karena itu, pencegahan dan penanganan PI memerlukan evaluasi risiko perioperatif yang menyeluruh menggunakan metode penilaian standar. Pendekatan kolaboratif yang melibatkan tim multidisiplin sangat penting untuk meminimalkan risiko PI selama prosedur bedah dan memastikan perawatan yang optimal bagi pasien.

Penelitian ini membahas variabel risiko terkait timbulnya luka tekan (pressure injury/PI) dengan data yang diambil dari studi yang melaporkan tiga atau lebih variabel tertentu. Basis data yang digunakan meliputi ScienceDirect, CINAHL, PubMed, dan Google Scholar, dengan kata kunci seperti “risk factors,” “surgery,” “pressure ulcer,” dan istilah MeSH lainnya. Data diekstraksi menggunakan formulir khusus oleh dua penulis yang bekerja secara terpisah, kemudian hasilnya diperiksa silang untuk memastikan akurasi. Delapan studi yang dianalisis memiliki perbedaan desain penelitian, populasi sasaran, serta area luka tekan yang menjadi fokus penelitian.

Luka tekan (pressure injuries/PI) merupakan masalah umum pada pasien bedah, terutama mereka dengan fungsi sensorik terganggu atau mobilitas terbatas. PI dapat dipicu oleh teknik bedah dan kondisi klinis tertentu, sehingga penting untuk melakukan penilaian risiko sebagai bagian dari edukasi tenaga kesehatan. Faktor risiko PI pada pasien bedah terbagi menjadi internal, seperti mobilitas terbatas, usia, indeks massa tubuh (BMI), kadar albumin, komorbiditas, tekanan darah, status nutrisi, dan suhu tubuh, serta eksternal, seperti durasi operasi, peralatan medis, obat-obatan, pengetahuan perawat, suhu lingkungan, tekanan antarmuka, gesekan, posisi, kehilangan darah, dan penggunaan alat tertentu. Strategi pencegahan, termasuk pemahaman mendalam tentang patofisiologi PI, dapat mengurangi insiden dan biaya pengobatan. Pendekatan tim multidisiplin yang melibatkan tenaga medis dan kesehatan lain adalah metode yang paling efektif untuk menangani pasien dengan PI. Namun, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami perbedaan prevalensi PI berdasarkan lokasi dan jenis operasi, sehingga dapat dikembangkan model prediksi risiko yang lebih akurat.

Penulis: Prof. Dr. Nursalam, M.Nurs (Hons)

Artikel ini merujuk pada penelitian dengan judul “Identifying internal and external factors of pressure injury in surgical patients: Literature Review”

Link jurnal: http://saber.ucv.ve/ojs/index.php/rev_gmc/article/view/29739

Baca juga: Pengaruh Intervensi Mindfulness terhadap Tekanan Darah dan Stres pada Pasien Hipertensi