Musik adalah suara yang terorganisir dan didefinisikan sebagai sistem komunikasi yang melibatkan suara yang terstruktur, musik merupakan seni yang sengaja dibuat dan merupakan kombinasi suara dan kesunyian. Musik dapat dibuat dengan 2 cara yaitu secara fisik yang berupa menekan piano, memetik gitar, dan meniup flute; dan secara mental. Musik mengandung beberapa elemen yaitu suara yaitu overtone, timbre, pitch, amplitude, dan duration; melody; harmony; rhythm; texture; structure/form; dan expression yang berupa dynamics, tempo, dan articulation.Terdapat berbagai macam genre musik, antara lain klasik, jazz, blues, country, techno, reggae, rap, R&B, death metal, pop dan sebagainya. Intervensi musik pada pelayanan kesehatan dapat diklasifikasikan menjadi music medicine, terapi musik dan intervensi lainnya menggunakan musik. Dalam terapi musik diketahui bahwa rangsangan musik ternyata mampu mengaktivasi sistem limbik yang berhubungan dengan emosi. Saat sistem limbik teraktivasi, otak menjadi rileks, kondisi inilah yang memicu tekanan darah menurun. Dalam terapi musik, alunan musik juga dapat menstimulasi tubuh untuk memproduksi molekul nitric oxide (NO). Molekul ini bekerja pada tonus pembuluh darah yang dapat mengurangi tekanan darah dan juga terapi musik memiliki kontribusi yang besar dan mengikuti ritme tubuh dan jiwa sejalan dengan harmoni yang dikeluarkannya. Terapi music cenderung merangsang jantung, paru-paru dan emosi. Bunyi dari musik yang bergetar membentuk pola dan menciptakan medan energi resonansi dan gerakan di ruang sekitarnya. Energi akan diserap oleh tubuh secara halus mengubah pernafasan, detak jantung, tekanan darah, ketegangan otot. Terapi musik terbukti efektif dalam menurunkan tekanan darah.
Musik klasik Mozart mempunyai karakteristik, termasuk nada lembut, yang merangsang gelombang alfa, menenangkan, dan meredakan serta menekankan. Relaksasi, sebagai respons terhadap kognitif, stimulasi fisiologis dan perilaku, mendorong munculnya bahan kimia berguna untuk mengurangi ketegangan dan tekanan pada arteri. Musik klasik Mozart mempunyai frekuensi 5.000-8.000 Hz, dengan rhythm 60-80 x/menit, dengan pengulangan melodi dan irama setiap 20-30 detik, dan sebagian besar terdiri dari note mayor. Tidak semua karya Mozart menghasilkan efek klinis yang sama. Penelitian dengan anak-anak berusia 15-17 tahun melaporkan bahwa mendengarkan musik klasik dapat menurunkan tekanan darah pada anak dengan tekanan darah tinggi. Dilaporkan juga bahwa musik klasik menguntungkan variabilitas detak jantung dan mengurangi tingkat stres karena dominasi parasimpatis. Musik klasik mozart memberikan ketenangan, memperbaiki persepsi sosial, dan memungkinkan pasien untuk berkomunikasi baik dengan hati maupun pikiran dan tidak mempunyai kesederhanaan yang polos.
Penelitian kami untuk mengetahui pengaruh stimulasi musik Mozart terhadap tekanan tikus putih wistar (Rattus norvegicus), dimana sebanyak 30 tikus Wistar dibagi 2 kelompok, masing-masing 1 kelompok berisi 15 tikus Wistar, satu kelompok diberi musik Mozart (Mozart Sonata for two pianos K. 448) selama 90 menit, dengan tekanan suara 60-80 dB, sehari 2 kali selama 30 hari. Sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan musik Mozart. Pada minggu pertama, ketiga dan keempat diukur tekanan darah diastolik, sistolik dan mean tekanan arterial. Didapatkan hasil kelompok perlakuan mempunyai tekanan darah diastolik, sistolik dan mean tekanan arterial berbeda pada minggu 3 dan 4. Kesimpulan: Mendengarkan musik klasik Mozart berpengaruh langsung terhadap tekanan darah.
Penulis: Prof. Dr Irwanto,dr SpA(K)
Disarikan dari artikel dengan judul: “The effect of Mozart’s classical music on blood pressure in Wistar white rats (Rattus norvegicus)” yang diterbitkan di Bali Medical Journal, 2023;12(1): 2055-7. Link: https://www.balimedicaljournal.org/index.php/bmj/article/view/4577/2884





