Universitas Airlangga Official Website

Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol 96% dari Umbi Bawang Dayak Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Model Tikus Preeklampsia

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Preeklampsia merupakan penyebab tertinggi kematian ibu hamil dan bayi di dunia. Diperkirakan terjadi kematian ibu sebesar 76.000 dan 500.000 kematian bayi di seluruh dunia setiap tahunnya akibat preeklampsia. Preeklampsia mempengaruhi 2-10% kehamilan di seluruh dunia, prevalensi kejadian preeklamsia di Indonesia berkisar antara 3-10%9. Preeklampsia adalah merupakan sindroma penyakit pada kehamilan dengan gejala hipertensi dan proteinuria setelah kehamilan memasuki usia 20 minggu. Penyebab preeklampsia sampai saat ini masih belum jelas, meskipun sudah banyak sekali penelitian yang dilakukan. Banyak faktor yang turut berperan pada kejadian preeklampsia seperti maladaptasi sistem kardiovaskuler ibu, ketidakseimbangan faktor angiogenik dan stress oksidatif.. Mekanisme patogenesis preeklamsia diawali dengan adanya gangguan remodeling pembuluh darah plasenta, yang dalam prosesnya sitotropoblas gagal menginvasi dan merombak arteri spiralis di miometrium, sehingga menghasilkan pembuluh darah dengan resistensi tinggi. Kondisi ini menyebabkan penurunan aliran darah ke plasenta sehingga terjadi iskemia plasenta, dan berefek pada penurunan suplai nutrisi ke janin. Aliran darah uteroplasenta yang cukup sangat penting untuk hasil kehamilan yang normal, diagnosis preeklampsia ditegakkan berdasarkan adanya hipertensi dan proteinuria pada usia kehamilan diatas 20 minggu. Hipertensi biasanya muncul lebih awal. Untuk diagnosis preeklampsia, kenaikan tekanan sistolik harus 30 mmHg atau lebih di atas nilai normal atau mencapai 140 mmHg atau lebih. Kenaikan tekanan diastolik sebenarnya lebih dipercaya. Apabila tekanan diastolik naik 15 mmHg atau lebih, atau 90 mmHg atau lebih, maka hipertensi dapat didiagnosis.

Penentuan tekanan darah dilakukan minimal 2 kali dengan selang waktu 6 jam pada keadaan istirahat. Proteinuria berarti konsentrasi protein melebihi 0,3 g/L dalam urin 24 jam, atau pemeriksaan kualitatif menunjukkan +1 atau +2 atau 1 g/L atau lebih dalam urin yang dikeluarkan kateter atau midstream yang diambil minimal dua kali dengan jarak 6 jam. Biasanya proteinuria timbul lebih lambat daripada hipertensi dan edema, sehingga harus dianggap tanda serius. Tatalaksana preeklampsia fokus pada pengendalian tekanan darah, pencegahan kejang, dan manajemen persalinan, melibatkan pemantauan ketat, obat antihipertensi (seperti labetalol, nifedipin) dan antikonvulsan (magnesium sulfat), serta manajemen persalinan (induksi atau caesar), dengan tujuannya mengurangi risiko komplikasi pada ibu dan janin. Umbi bawang Dayak mengandung senyawa aktif yang mungkin bermanfaat untuk mengobati hipertensi selama kehamilan. Kami melakukan penelitian yang bertujuan untuk mengevaluasi efek ekstrak etanol 96% dari umbi bawang Dayak dalam menurunkan tekanan darah pada hewan model preeklampsia.

Tiga puluh tikus betina dibagi menjadi lima kelompok: dua kelompok kontrol dan tiga kelompok perlakuan yang menerima ekstrak etanol dari umbi bawang Dayak dengan dosis masing-masing 90, 100, dan 125 mg/kg berat badan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol 96% dari umbi bawang Dayak memiliki potensi efek antihipertensi pada hewan model preeklampsia, khususnya dalam menurunkan tekanan darah sistolik. Namun, efeknya pada tekanan darah diastolik bervariasi, meskipun terdapat penurunan tekanan darah diastolik, tetapi tidak semua terjadi penurunan tekanan darah diastolik, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut. Kesimpulan penelitian kami, ekstrak etanol 96% dari umbi bawang Dayak menunjukkan efek antihipertensi yang signifikan pada tekanan darah sistolik.

Penulis: Prof. Dr Irwanto,dr SpA(K)

Disarikan dari artikel dengan judul: “The effect of giving 96% ethanol extract of dayak onion bulb on blood pressure reduction in a preclampsia mice model” yang diterbitkan bulan November 2025 di Open Veterinary Journal, Vol. 15 No. 11, Halaman: 5806-14. Link:

https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/41630741