Universitas Airlangga Official Website

Pengaruh Usia dan Paritas terhadap Pilihan Metode Kontrasepsi di Indonesia

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Usia dan paritas adalah bagian dari karakteristik yang dimiliki oleh seorang wanita usia subur yang dapat memengaruhi risiko komplikasi kesehatan.  Pelayanan kontrasepsi menawarkan upaya preventif untuk memastikan bahwa wanita tidak hamil pada usia atau paritas yang berisiko tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk meneganalisis penggunaan kontrasepsi pada wanita dengan usia dan paritas yang berbeda di Indonesia.  Penelitian melibatkan 10.788 wanita usia reproduksi yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu. Penelitian dilakukan di 10 Kabupaten Provinsi Jawa Timur. Data dikumpulkan melalui kuesioner kemudian data dianalisis menggunakan uji statistik. Hasil penelitian diperoleh bahwa penggunaan kontrasepsi paling umum ditemukan pada wanita berusia 31–40 tahun (83,3%) dan mereka yang telah melahirkan 2–4 kali (83,2%). Usia dan paritas keduanya secara signifikan mempengaruhi penggunaan kontrasepsi (P<0,001).

Pelayanan kontrasepsi merupakan upaya penting untuk mencegah kehamilan yang tidak direncanakan dan berisiko tinggi. Pilihan dan penggunaan berkelanjutan metode kontrasepsi harus disesuaikan dengan usia dan paritas. Penggunaan kontrasepsi diharapkan dapat kontinyu sampai masa subur selesai atau menopause khususnya pada ibu yang memiliki risiko tinggi. Tenaga kesehatan penting dalam memperkuat konseling kontrasepsi sehingga seorang ibu dapat menggunakan metode kontrasepsi yang tepat sesuai usia dan paritas. Stakeholder penting dalam optimalisasi layanan prakonsepsi dan interkonsepsi (masa antara) harus diprioritaskan dalam program kesehatan ibu sehingga dapat mengurangi kehamilan berisiko tinggi.

Penulis: Wahyul Anis, S.Keb., Bd., M.Kes.

Link artikel:

British Journal of Midwifery, February 2026, Vol 34, No 2 Published Online: 2 Februari 2026

https://www.britishjournalofmidwifery.com/content/international-research/the-impact-of-age-and-parity-on-contraceptive-method-choices-in-indonesia
https://doi.org/10.12968/bjom.2025.0040