Nyeri pasca operasi merupakan salah satu risiko utama yang dialami pasien yang menjalani prosedur pembedahan. Durasi nyeri ini dapat bervariasi tergantung pada jenis operasi dan pengobatan analgesik yang diberikan, dimana dapat berlangsung selama beberapa hari atau bahkan hingga satu bulan. Oleh karena itu, terapi analgesik yang berkepanjangan akan sangat meningkatkan kenyamanan hidup pasien.
Opioid tetap menjadi pilihan terapi utama untuk mengelola nyeri pasca operasi, namun penggunaannya sering dikaitkan dengan berbagai efek samping seperti kecanduan, depresi pernapasan, kantuk, mual, muntah, pruritus, retensi urin, dan sembelit, terutama bila digunakan untuk mengobati nyeri pasca operasi yang persisten.
Ropivacaine (Rop) adalah anestesi lokal generasi baru dengan efek samping minimal dan risiko toksisitas sistem saraf pusat yang lebih rendah. Rop bekerja dengan memblokir saluran ion natrium secara reversibel, menghambat konduksi impuls serabut saraf. Kemampuan Rop untuk memblokir saraf sensorik secara selektif memberikan kenyamanan bagi pasien, tidak seperti Bupivacaine, yang memblokir saraf motorik dan sensorik. Namun, karena durasi kerjanya yang relatif singkat, penggunaan Rop untuk mengatasi nyeri pasca operasi seringkali memerlukan infus luka kontinu (CWI) atau infus luka intermiten (IWI) melalui kateter dengan dosis berulang, dimana hal ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan kesulitan bagi pasien.
Tim Peneliti dari Fakultas Farmasi Universitas Airlangga bekerjasama dengan Daewoong Pharmaceutical Co. Ltd. mengembangkan Liposom Rop menggunakan Dextran Sulfat sebagai polimer penjebak untuk menghasilkan efek pelepasan obat yang berkelanjutan. Hasil studi menunjukkan pemberian Liposom Rop terhadap perilaku nyeri pada model tikus pascaoperasi menggunakan uji lempeng panas mampu memberikan efek analgesia yang efektif, mempertahankan nilai % Efek Maksimum yang Mungkin (%MPE) di atas 50% hingga 8 jam lebih lama dibandingkan dengan Rop bebas dengan onset cepat dalam waktu 1 jam. Efek tersebut bertahan hingga 72 jam tanpa efek samping. Efektivitas Liposom Rop untuk mengurangi nyeri kronis juga ditunjukkan oleh penurunan kadar TNF-α dan IL-6. Hasil ini menunjukkan bahwa penggunaan Dextran Sulfate telah berhasil meningkatkan efek analgesik jangka panjang dari Liposom Rop yang berpotensi dikembangkan untuk terapi nyeri pasca operasi.
Penulis: Andang Miatmoko, Ph.D., Apt.
Sumber: Rifda Tarimi Octavia, Retno Sari, Ira Sari Yudaniayanti, Dewi Melani Hariyadi, Dwi Setyawan, Gwan Young Kim, Ji Yeon Heo, Gwangheum Yoon, Ahreum Choi, Qonita Kurnia Anjani, Andang Miatmoko, Liposomal delivery of Ropivacaine prepared with dextran sulfate as drug-trapping polymer agent for long-acting anesthesia, Journal of Drug Delivery Science and Technology, Volume 116, 2026, 107983, ISSN 1773-2247, https://doi.org/10.1016/j.jddst.2026.107983.





