Universitas Airlangga Official Website

Pengetahuan dan Penerimaan Vaksin COVID-19 pada Orang Dewasa di Pulau Jawa

Foto by Halodoc

Situasi COVID-19 telah membaik seiring dengan cakupan vaksinasi yang tinggi. Sayangnya, mutagenisitas virus menghasilkan varian baru yang diketahui dapat mengurangi efektivitas vaksin, namun booster telah dilakukan untuk mempertahankan imunitas terhadap SARS-CoV-2. Saat ini World Health Organization dan juga Pemerintah Indonesia telah mencabut status pandemi dari COVID-19. Walaupun demikian, menengok ke belakang, banyak penelitian yang terus mengembangkan vaksin baru dengan efikasi tinggi, masih diragukan mengenai efektivitas dan keamanannya tetap menjadi masalah. Hal inilah yang  kemudian manjadi salah satu permasalahan di awal pemberian vaksin COVID-19. Beberapa penelitian telah menunjukkan hubungan antara faktor sosiodemografi dan fisiologis dan penerimaan vaksin.

Faktor sosiodemografi meliputi umur, jenis pekerjaan, status perkawinan dan pendapatan per bulannya. Selain itu, faktor psikologis dapat memengaruhi penerimaan, kepatuhan, dan penyelesaian vaksinasi. Infodemik, yaitu gelombang informasi yang salah tentang pandemi COVID-19, termasuk terapi dan vaksinasinya, juga merupakan tantangan besar yang perlu diatasi saat itu. Indonesia mengawali program vaksinasi COVID-19 pada 13 Januari 2021, dengan tenaga kesehatan dan individu rentan serta lansia menjadi sasaran pertama. Studi dari kementerian kesehatan dan UNICEF menunjukkan penerimaan vaksin COVID-19 di Indonesia berkisar 64.8%. Oleh karena itu, untuk meningkatkan cakupan vaksinasi, penting untuk memahami penerimaan program vaksinasi COVID-19 dan tanggapan responden. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengukur pengetahuan responden tentang vaksin COVID-19 dan penerimaannya di antara orang dewasa Indonesia di Jawa. Kuesioner tentang pengetahuan, risiko dan manfaat vaksin, serta penerimaan dan pengalaman responden terhadap vaksinasi disebarkan secara daring sejak bulan Maret hingga Juli 2021. Pada periode ini vaksinasi untuk populasi dewasa umum Indonesia baru saja dimulai, mengikuti vaksinasi untuk tenaga kesehatan, lansia, dan individu dengan komorbiditas. Survey ini mendapatkan 910 respon, data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif untuk melihat frekuensi setiap kategori. Analisis multivariat dilakukan untuk melihat faktor predictor dari pengetahuan dan penerimaan vaksin. Studi ini menunjukkan bahwa hampir seluruh responden memiliki pengetahuan tentang vaksinasi COVID-19, atau setidaknya pernah mendengar tentang program vaksinasi tersebut. Sumber utama informasi perihal vaksinasi COVID-19 adalah media sosial. Pada studi ini didapatkan dua pertiga responden telah menerima vaksinasi ataupun berada dalam daftar tunggu. Hanya sekitar 25% dari jumlah responden keseluruhan yang masih ragu untuk menerima vaksinasi. Sementara mereka yang menolak hanya berkisar kurang dari 10%. Alasan terkuat penolakann tersebut adalah ketakutan akan efek samping yang ditimbulkan oleh vaksinasi. Pengetahuan responden mengenai vaksinasi dipengaruhi oleh usia, latar belakang medis, riwayat kerabat yang dinyatakan positif COVID-19, sumber informasi, status ekonomi, dan tingkat Pendidikan. Sementara penerimaan akan vaksin COVID-19 dipengaruhi oleh usia, pengetahuan tentang vaksin, dan memiliki latar belakang medis. Dapat disimpulkan bahwa penelitian kalangan orang dewasa di Jawa memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi dan penerimaan vaksin COVID-19 cukup baik. Hal ini mengindikasikan bahwa strategi pemerintah Indonesia dalam meningkatkan cakupan vaksin COVID-19 berhasil, sehingga strategi ini dapat digunakan kembali untuk vaksin lainnya. Namun peningkatan pemahaman atau pengetahuan tentang risiko vaksin COVID-19 dan manfaatnya tetap diperlukan untuk mengurangi keraguan vaksinasi dan meningkatkan penerimaan vaksinasi.

Penulis: Annette d’Arqom, dr., M.Sc.

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

d’Arqom A, Asa P, Andriani AP et al. COVID-19 vaccines knowledge and acceptance among Indonesian adults in Java Island. F1000Research 2023, 12:170. https://doi.org/10.12688/f1000research.129129.1