Hipospadia adalah kelainan bawaan pada anak laki-laki yang sering ditemukan. Kelainan ini dapat ditemukan pada satu diantara 200 hingga 300 bayi laki-laki yang baru lahir. Kondisi hipospadia ditandai dengan adanya lubang muara uretra berada di bagian bawah penis bukan di ujung penis, penis melengkung ke bawah (chordae), dan disproporsi kulit kulup penis (dorsal hood). Uretra adalah saluran untuk mengalirkan urine dari kandung kemih ke luar tubuh. Derajat keparahan hipospadia berbeda-beda sesuai dengan lokasi muara uretra dan derajat kelengkungan penis. Tata laksana untuk kondisi ini adalah uretroplasti, yaitu operasi rekonstruksi untuk memperbaiki bentuk dan fungsi penis. Terdapat berbagai macam teknik uretroplasti sesuai dengan lokasi dan derjad keparahan hipospadia.
Salah satu komplikasi tersering dari tindakan operasi uretroplasti adalah terjadinya fistula uretrokutan. Komplikasi ini ditandai dengan adanya rembesan / keluarnya urin dari uretra menuju ke kulit di lokasi luka operasi uretroplasti. Terdapat beberapa faktor resiko terjadinya fistula uretrokutan antara lain terjadinya infeksi, pembengkakan jaringan, penutupan luka yang tidak baik, serta teknik operasi yang kurang baik.
Beberapa metode digunakan untuk mengurangi kejadian komplikasi ini termasuk pemberian tissue sealant. Tissue sealant adalah obat topikal yang digunakan untuk mengurangi perdarahan, sebagai perekat jaringan, dan mempercepat penyembuhan luka. Tissue sealant dapat berupa materi organik seperti kolagen, gelatin, kitosan, fibrin. Selain itu didapatkan bahan sintetis seperti polyester, polyurethran, polyethylene, dan glikol.
Beberapa penelitian menyebutkan manfaat pemberian tissue sealant dalam mengurangi kejadian fistula uretrokutan. Pada penelitian ini kami melakukan telaah sistematis dan meta-analisis mengenai pemberian tissue sealant untuk mengurangi komplikasi fistel uretrokutan pada prosedur uretroplasti.
Penelitian ini adalah tinjauan sistematis dan meta-analisis menggunakan panduan PRISMA. Sumber data didapatkan dari artikel online melalui pencarian secara sistematis di MEDLINE, Scopus, dan EMBASE hingga bulan Agustus 2021. Beberapa variabel yang dinilai dalam artikel ini meliputi kejadian fistula uretrokutan, komplikasi pembengkakan jaringan, infeksi, dan kejadian dehisensi luka. Data dianalisis dengan menggunakan Review Manager 5.4.
Dari hasil pencarian artikel dengan kata kunci yang telah ditentukan didapatkan total 150 artikel. Setelah dilakukan seleksi didapatkan total 6 penelitian yang memenuhi kriteria dan diikutsertakan dalam tinjauan sistematis dan meta-analisis. Hasil meta-analisis menunjukkan bahwa pada kelompok yang menggunakan tissue sealant didapatkan komplikasi fistula uretrokutan yang lebih rendah. Pada kelompok tersebut juga didapatkan komplikasi pembengkakan jaringan dan infeksi yang lebih rendah. Namun, penggunaan tissue sealant tidak mengurangi kejadian dehisensi luka secara bermakna.
Berbagai modifikasi teknik operasi dikembangkan untuk memperbaiki hasil dan mengurangi komplikasi prosedur uretroplasti. Namun, angka kejadian fistula uretrokutan masih tetap tinggi. Beberapa tahun terakhir penggunaan tissue sealant untuk uretroplasti mendapatkan perhatian. Dalam jaringan luka tissue sealant mempercepat proses penyembuhan luka melalui berbagai mekanisme. Tissue sealant mempercepat pembekuan darah.dan membentuk polimer yang berfungsi merekatkan jaringan luka. Penggunaan tissue sealant juga dapat mencegah rembesan air kencing melalui jaringan luka, meningkatkan pembelahan sel fibroblast, meningkatkan faktor pertumbuhan, dan meningkatkan pembentukan pembuluh darah yang baru.
Sebagai kesimpulan, penelitian ini menunjukkan potensi tissue sealant untuk operasi uretroplasti. Pemberian tissue sealant mengurangi kejadian fistula uretrokutan dan komplikasi lain seperti pembengkakan jaringan dan infeksi yang juga merupakan factor resiko terjadinya fistula uretrokutan. Namun, tidak didapatkan manfaat secara bermakna pemberian tissue sealant untuk mengurangi kejadian dehisensi luka.
Penulis: Lukman Hakim, dr., M.Kes., Ph.D.
Informasi lengkap tulisan ini dapat diakses pada laman :
https://doi.org/10.1016/j.amsu.2022.103707
Nurtamin, T., Renaldo, J., Kloping, Y., Rahman, I. and Hakim, L., 2022. The use of tissue sealant in reducing urethrocutaneous fistula event following hypospadias repair: A systematic review and meta-analysis. Annals of Medicine and Surgery, 78





