Universitas Airlangga Official Website

Penilaian Kapasitas Populasi Pesisir di Daerah Rawan Tsunami

Penilaian Kapasitas Populasi Pesisir di Daerah Rawan Tsunami
Ilustrasi kawasan pesisir (Foto: Wordpress-PesisirLaut)

Pantai selatan Jawa sangat rentan terhadap bencana alam, khususnya tsunami akibat kedekatannya dengan patahan Indo-Australia. Meskipun banyak penelitian telah dilakukan tentang dampak fisik tsunami, pemahaman tentang kerentanan sosial masih terbatas. Penelitian ini mengintegrasikan analisis sosial dan spasial, menggunakan pendekatan berbasis grid untuk menilai kapasitas populasi pesisir dalam menghadapi dan memulihkan diri dari bencana tsunami.

Alat pemetaan seperti Sistem Informasi Geografis (GIS) telah digunakan dalam manajemen risiko bencana selama beberapa dekade. Namun, sebagian besar studi bergantung pada batas administratif, yang dapat mengaburkan kerentanan lokal. Dengan menggunakan pendekatan grid sel, kami bertujuan untuk menangkap pemahaman yang lebih rinci tentang kesiapsiagaan masyarakat.

Penelitian ini berfokus pada Desa Tambakrejo, Jawa Timur, Indonesia. Sistem pemetaan berbasis grid (50m x 50m) diterapkan untuk mendelineasi daerah-daerah yang terkena dampak tsunami. Aset mata pencaharian seperti modal manusia, finansial, fisik, dan sosial dievaluasi berdasarkan survei lapangan dan kuesioner yang diisi oleh 578 peserta.

Sistem grid sel memungkinkan penilaian risiko yang lebih terperinci dengan menetapkan tingkat kerentanan (tinggi, sedang, dan rendah) pada setiap grid. Data diperoleh dari citra satelit resolusi tinggi dan DEM, dikombinasikan dengan data sosial-ekonomi.

Analisis kami menunjukkan bahwa 13.825 m² dari desa berada di zona risiko tinggi, yang sebagian besar terdiri dari area terbangun. Sub-desa Krajan menunjukkan kapasitas keseluruhan yang lebih tinggi karena memiliki modal finansial dan manusia yang lebih kuat, sementara Sidorejo tertinggal, terutama dalam hal ketahanan ekonomi. Temuan ini menyoroti perlunya intervensi yang ditargetkan, khususnya di Sidorejo, untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan ketahanan terhadap bencana.

Penulis: Fadly Usman; Saifuddin Chalim; Fatimah Usman; Mukhamad Fathoni; Moch Rozikin; Hijrah Saputra, Keisuke Murakami

Link: https://www.scopus.com/record/display.uri?eid=2-s2.0-85203015557&origin=resultslist

Baca juga: Peran lembaga Sosial Budaya dalam Permasalahan Kesehatan pada Bencana Alam