Universitas Airlangga Official Website

Peningkatan Kemampuan Siswa SMK dalam Mempromosikan Warisan Budaya untuk Pariwisata di Trowulan, Mojokerto

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Trowulan, di Mojokerto, Jawa Timur, merupakan situs warisan arkeologi dan budaya yang penting, secara historis diakui sebagai ibu kota Kerajaan Majapahit. Trowulan merupakan lokasi situs arkeologis yang sangat penting di Indonesia dan menjadi jendela utama untuk memandang peradaban kerajaan Majapahit. Terlepas dari pentingnya sejarahnya, pengembangan pariwisata di wilayah tersebut masih kurang berkembang karena keterbatasan promosi, infrastruktur, dan kapasitas sumber daya manusia. Situs Trowulan sendiri berada di bawah Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) wilayah XI Jawa Timur, Kementerian Kebudayaan RI. Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Airlangga, bekerja sama dengan SMKN 1 Trowulan memberdayakan siswa untuk mempromosikan warisan budaya peradaban kerajaan Majapahit melalui penulisan kreatif, fotografi, dan komposisi lagu. Fokus utama dari kegiatan ini adalah mendorong lahirnya karya lagu yang dapat menjadi media promosi wisata Trowulan yang merupakan sebuah kawasan bersejarah yang sarat nilai budaya dan potensi pariwisata. Dengan pendekatan kolaboratif antara mahasiswa, akademisi, dan pelajar SMK, workshop ini tidak hanya mengembangkan keterampilan bermusik, tetapi juga mendorong partisipasi aktif dalam pelestarian budaya dan promosi lokal melalui media kreatif, yaitu musik. Program ini mengatasi tantangan dalam mengintegrasikan warisan lokal dengan merancang lokakarya yang menggabungkan pengetahuan budaya lokal, penulisan persuasif, dan komposisi musik. Sebanyak 74 siswa berpartisipasi, menghasilkan 233 karya dalam empat kategori: dokumentasi fotografi, teks naratif, lirik lagu, dan komposisi musik. Lima pemenang dipilih dan digunakan sebagai studi kasus untuk analisis. Temuan menunjukkan bahwa kuil, khususnya Gerbang Bajang Ratu, Kuil Brahu, Kuil Tikus, Kerajaan Majapahit, dan Kolam Segaran adalah objek yang paling sering dipilih. Siswa menggunakan referensi sejarah, daya tarik emosional, dan strategi persuasif dalam narasi dan lirik mereka, mengubah objek warisan budaya menjadi media promosi yang menghubungkan masa lalu dan masa kini. Disimpulkan bahwa potensi promosi budaya berbasis pendidikan terletak pada membangkitkan kesadaran akan warisan budaya, pengembangan pariwisata, dan keberlanjutan budaya antar generasi. Partisipasi kaum muda merupakan aspek penting dalam menjembatani pelestarian budaya dengan praktik promosi inovatif untuk pembangunan masyarakat yang berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini juga terkait dengan IKU 2, 4, dan 7, yaitu berupa adanya kesempatan mahasiswa belajar langsung di dan dengan masyarakat Trowulan, dosen dan mahasiswa melakukan kegiatan di luar kampus, dan penyelenggaraan kelas kolaboratif dan partisipatif. IKU 7 diperoleh dengan melakukan integrasi antara kegiatan pengmas ini dengan penyelenggaraan mata kuliah Folklore dan Menulis di Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia dan mata kuliah Kajian Lokalitas Sastra dan Budaya bagi mahasiswa Magister Kajian Sastra dan Budaya FIB. Mahasiswa akan diminta untuk melakukan pengamatan, diskusi, wawancara, dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini sebagai bagian dari proses belajar mengajar dan dikonversi menjadi 2-3 pertemuan. Mahasiswa juga akan diberi tugas kelompok terkait proses belajar tersebut.