Betta channoides adalah spesies ikan langka yang ditemukan di hulu Sungai Mahakam di Kalimantan Timur, Indonesia. Kurangnya populasi di alam liar menyebabkannya dikategorikan sebagai spesies terancam punah oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN) Redlist. Meski berstatus terancam punah, perdagangan ikan ini masih terjadi sehingga berdampak negatif terhadap populasi liar. International Betta Congress (IBC) telah mengakui B. channoides sebagai spesies dalam kontes cupang hias, yang menghasilkan penangkaran secara eksklusif oleh penghobi sehingga secara tidak langsung menciptakan konservasi ex-situ bagi ikan ini. Populasi ex-situ memainkan peran penting dalam kampanye pemulihan spesies, berfungsi sebagai sumber reintroduksi dan melestarikan keanekaragaman genetik. Namun performa reproduksi B. channoides di penangkaran kurang optimal karena tidak adanya pemicu lingkungan untuk pematangan gonad dan pemijahan. Untuk mengatasi hal ini, para peneliti berupaya meningkatkan kinerja reproduksi B. channoides betina melalui terapi hormonal pematangan menggunakan Oodev, hormon komersial yang banyak digunakan untuk menginduksi pematangan gonad pada ikan.
Empat pasang induk ikan cupang channoides diperoleh dari habitat liar di Kalimantan Timur, Indonesia, dengan kriteria ukuran dan berat tertentu. Perlakuan yang dilakukan adalah pemberian hormon pematangan Oodev ke induk melalui pengayaan pakan hidup menggunakan Moina sp. pada berbagai dosis: tanpa Oodev (kontrol/T0), diperkaya dengan Oodev dosis 0,3 ml/l (T1), 0,6 ml (T2), dan 0,9 ml (T3). Hormon Oodev diinduksi pada B. channoides selama 90 hari pemeliharaan ex-situ dengan metode oral melalui pengayaan pakan hidup. Kinerja reproduksi ikan dievaluasi berdasarkan berbagai parameter seperti total larva yang dihasilkan dan frekuensi pemijahan selama masa pemeliharaan 90 hari.Para peneliti membandingkan hasil dosis Oodev yang berbeda untuk menentukan dosis optimal untuk meningkatkan kinerja reproduksi
Temuan penelitian ini mempunyai implikasi praktis terhadap konservasi ex-situ dan pembiakan ikan B. channoides, sebuah spesies yang terancam punah. Penggunaan Oodev, suatu hormon pematangan, dapat meningkatkan kinerja reproduksi B. channoides betina di penangkaran, sehingga berpotensi meningkatkan keberhasilan program breeding. Pemberian Oodev secara oral melalui pengayaan pakan hidup memberikan metode yang praktis dan efektif untuk mengaplikasikan hormon ke ikan. Dosis optimal Oodev yang teridentifikasi (0,6 ml/L) dapat digunakan sebagai pedoman terapi hormon dalam pemeliharaan ex-situ, sehingga meningkatkan frekuensi pemijahan dan produksi larva. Temuan ini dapat menjadi masukan bagi upaya konservasi dan membantu menjaga keragaman genetik dengan mendukung pembentukan dan pengelolaan populasi B. channoides secara ex-situ.
Penulis: Darmawan Setia Budi, S.Pi., M.Si.
Permana A, Priyadi A, Nur B, Cindelaras S, Murniasih S, Ginanjar R, Rohmy S, Musa A, Budi DS. 2023. Improvement reproductive performance of female Betta channoides in ex situ-rearing with maturation hormonal therapy. Int J Fish Aquat Stud. 11(4):100–102. https://doi.org/10.22271/fish.2023.v11.i4b.2829





