Universitas Airlangga Official Website

Peningkatan Perkecambahan Biji secara In Vitro dan Perkembangan Tunas Anggrek Indonesia yang Terancam Punah, Dendrobium lineale Rolfe, Menggunakan Sukrosa dan Air Kelapa

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Dendrobium lineale Rolfe merupakan salah satu spesies anggrek penting yang digunakan sebagai tetua dalam program pemuliaan. Saat ini, anggrek ini diklasifikasikan sebagai spesies terancam punah dan tercantum dalam Apendiks II CITES. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh sukrosa dan air kelapa (coconut water, CW) terhadap perkecambahan biji secara asimbiotik serta perkembangan tunas pada anggrek endemik Indonesia yang terancam punah ini. Kultur biji anggrek secara in vitro berperan penting dalam upaya konservasi dan reintroduksi.

Biji hasil penyerbukan buatan yang berumur tiga bulan disemai pada medium padat Vacin dan Went (VW) yang disuplemen dengan berbagai konsentrasi sukrosa (10, 20, dan 30 g/L) atau tanpa sukrosa sebagai kontrol. Perkecambahan biji dan perkembangan protokorm diamati pada 1, 2, dan 3 bulan setelah penyemaian. Untuk menganalisis peran air kelapa dalam perkembangan tunas dan pembentukan akar selanjutnya, tunas hasil perkecambahan biji dengan panjang sekitar 1 cm dan memiliki 1–2 helai daun dikulturkan pada medium VW yang disuplemen dengan berbagai konsentrasi air kelapa (5%, 10%, 15%, dan 20%) serta tanpa air kelapa sebagai kontrol.

Setelah empat bulan dikultur, jumlah akar, jumlah daun, dan bobot kering planlet dicatat. Medium VW yang mengandung 20 g/L sukrosa secara efektif meningkatkan perkecambahan biji (89%) dan pembentukan tunas dengan satu atau lebih daun (tahap 5) sebesar 46%. Penambahan 20% air kelapa pada medium VW sesuai untuk perkembangan tunas, menghasilkan akar dan daun yang berkembang dengan baik serta meningkatkan bobot segar planlet dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Selain itu, sebanyak 87% planlet yang telah diaklimatisasi mampu bertahan hidup.

Protokol ini merupakan metode yang efisien untuk produksi massal in vitro dan konservasi anggrek epifit yang terancam punah ini melalui kultur biji secara asimbiotik.

Penulis: Prof. Dr. Sucipto Hariyanto, DEA

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di: SCIENTIFICA JOURNAL, Volume 2026, Article ID 2153196, 7 pages https://doi.org/10.1155/sci5/2153196 (https://authorservices.wiley.com/index.html/article/100427438)

Judul Artikel: Improvement of In Vitro Seed Germination and Shoot Development of the Indonesian Endangered Orchid, Dendrobium lineale Rolfe, Using Sucrose and Coconut Water