Ikan gurami merupakan ikan air tawar yang teridistribusi di sepanjang wilayah Asia, salah satunya Indonesia. Indonesia menyumbangkan presentasi yang cukup besar pada produksi ikan gurami global. Ikan ini sangat memiliki nilai ekonomis tinggi dan menjadi sumber pangan bagi masyarakat. Oleh karena itu kegiatan akuakultur sangat diperlukan guna mendukung produksi ikan gurami. Namun kendala pada budidaya ikan gurami yaitu ikan ini memiliki laju pertumbuhan yang lambat.
Sistem bioflok merupakan sistem budidaya yang dapat diaplikasikan pada sistem budidaya intensif. Hal ini dikarenakan sistem bioflok memiliki keunggulan dalam merombak limbah budidaya dan menyediakan pakan tambahan bagi ikan. Bioflok ini terbukti dapat diaplikasikan pada pemeliharaan ikan dengan kepadatan tinggi dan juga sifatnya yang ramah lingkungan. Sistem bioflok sudah sukses diterapkan pada komoditas seperti ikan nila dan udang. Harapannya melalui sistem ini juga dapat meningkatkan produksi ikan gurami.
Salah satu faktor kunci dalam sistem bioflok ini adalah pakan, baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa rasio karbon dan nitrogen dan tingkat pemberian pakan memengaruhi tingkat kelangsungan hidup, efisiensi pakan, serta pertumbuhan ikan gurami. Penelitian ini dilakukan dengan menerapkan sistem bioflok ikan gurami dengan menggunakan perbandingan rasio karbon dan nitrogen 12 dengan tingkat pemberian pakan yang berbeda. Perlakuan terdiri dari kontrol ( non bioflok+ feeding rate 2,5%), P1 (bioflok+ feeding rate 2,5%), P2 (bioflok+feeding rate 3,5%), dan P3 (bioflok+feeding rate 4,5%).
Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa perlakuan yang menghasilkan tingkat pertumbuhan ikan gurami tertinggi yaitu P2 (bioflok+feeding rate 3,5%) yaitu sekitar 2% bobot/hari. P2 juga menghasilkan nilai rasio konversi pakan terendah. Hal ini berarti bahwa dengan pemberian pakan yang lebih sedikit mampu menghasilkan daging lebih tinggi. Selain itu tingkat kelangsungan hidup pada perlakuan P2 juga didapatkan nilai tertinggi yaitu mencapai 90%. Kesimpulan dari penelitian ini, dengan menggunakan sistem bioflok mampu meningkatkan performa pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan gurami.
Penulis: Nina Nurmalia Dewi, S.PI., M.Si.





