Universitas Airlangga Official Website

Pentingnya Vaksin mRNA dalam Pengelolaan Terapi Kanker

Berdasarkan data WHO tahun 2022 menunjukkan sekitar 10 juta kematian atau satu dari enam kematian di dunia akibat kanker. Kanker yang menjadi penyebab utama berturutan adalah kanker prostat, payudara, paru-paru, usus besar, dan rektum. Pada tahun 2020 insiden kanker terbanyak adalah payudara dengan 2,26 juta kasus, disusul paru-paru sebanyak 2,21 juta kasus, usus besar dan rektum sebanyak 1,93 juta kasus, prostat sebanyak 1,41 juta kasus, dan kulit (non-melanoma) sebanyak 1,20 juta kasus serta diikuti oleh kanker lambung dengan 1,09 juta kasus. Setiap jenis kanker memerlukan pendekatan terapi yang berbeda untuk dapat memberikan outcome terapi yang optimal. Berbagai jenis strategi terapi telah dikembangkan seperti pembedahan, radiasi, terapi sistemik dengan kemoterapi, hormonal, dan terapi biologis bertarget. Selain itu, dalam beberapa tahun terakhir, imunoterapi telah muncul sebagai pendekatan pengobatan kanker yang inovatif. Beberapa penelitian telah melaporkan bahwa vaksin mRNA dikembangkan menjadi platform terapi kanker yang menjanjikan. Platform ini menghantarkan mRNA yang berfungsi sebagai vektor yang efisien dalam menghasilkan antibodi dengan target terapeutik pada sistem imunitas. Selain itu, vaksin mRNA yang diperangkap dalam karier atau tanpa karier yang bekerja efektif dalam mengekspresikan antigen melawan tumor pada sel penyaji antigen. Platform lain berupa penggunaan sel imun tertentu yang dapat mengenali antigen pada permukaan sel kanker, dan kemudian dapat berinteraksi dengan peptida antigenik untuk membunuh sel kanker. Demikian pula dengan strategi peningkatan fungsi sistem imun bawaan dan adaptif dengan melibatkan sel penyaji antigen.

Penggunaan secara klinis berbagai vaksin kanker yang inovatif, termasuk vaksin berbasis sel imun, vektor virus, RNA atau DNA, telah memicu banyak minat terhadap pengembangan vaksin kanker. Berdasarkan analisis data menunjukkan vaksin kanker berbasis mRNA sangat efisien dan  lebih prominen dibanding lainnya. Demikian juga keamanan yang lebih baik dan peluang komtaminasi lebih rendah.  Keuntungan lain adalah informasi genetik antigen yang dibawa mRNA dapat dengan singkat diterjemahkan menjadi protein setelah mencapai sel. Selain itu, mRNA tidak dapat berintegrasi ke dalam kromosom sehingga vaksin kanker berbasis mRNA bebas dari sifat mutagenik.

Beberapa langkah pengembangan dalam persiapan vaksin kanker berbasis mRNA adalah 1) isolasi kanker mRNA dari protein target menggunakan vaksin berbasis RNA asam nukleat, 2) konstruksi sekuens untuk menyiapkan cetakan DNA, 3) transkripsi in vitro untuk translasi protein dari DNA menjadi untai mRNA, 5) penambahan ujung 5′ dan poli(A) untuk menstabilkan dan melindungi mRNA dari proses degradasi dan 6) pemurnian dalam menghilangkan kontaminan. Nanopartikel lipid, nanopartikel lipid/protamine/mRNA, dan peptida yang menembus sel telah digunakan untuk memformulasi vaksin mRNA, memastikan stabilitas vaksin dan pengiriman ke lokasi target. Pengiriman vaksin ke lokasi target akan memicu respon imun adaptif dan bawaan. Dua faktor dominan dalam pengembangan vaksin kanker berbasis mRNA adalah pengaruh intrinsik dan eksternal. Selain itu, penelitian terkait dosis, cara pemberian, dan jenis antigen kanker terbukti berdampak positif pada pengembangan vaksin mRNA.

Hasil uji klinis juga telah memberikan bukti kemanjuran pada penggunaan pada pasien kanker. Optimalisasi struktur dan ukuran, stabilitas, dan metode pemberian vaksin mRNA masih diperlukan untuk meningkatkan efektivitas terapi. Demikian juga dengan parameter keberhasilan dan pembiayaan dapat dirancang secara simetris dengan potensinya sebagai strategi penting pengobatan kanker pada masa depan. Untuk itu diperlukan penguatan riset dan hilirisasinya pada i) pengembangan vaksin kanker berbasis mRNA, ii) vaksin mRNA dengan formulasi yang yang stabil dan efektif, iii) pengendalian sistem respon imunitas terhadap vaksin mRNA, iv) desain pemberian vaksin kanker berbasis mRNA, v) parameter klinis vaksin kanker berbasis mRNA, vi) keunggulan vaksin mRNA dibandingkan vaksin DNA serta vii) tantangan dan peluangnya dalam mengembangkan vaksin mRNA. Diharapkan pengetahuan yang memadai tentang pencegahan, penggunaan vaksin, dan perkembangan berbagai jenis kanker akan memberikan peluang dalam menurunkan prevalensi kanker.

Penulis: Junaidi Khotib

Judul: Emergence of mRNA vaccines in the management of cancer

Laman             : https://www.tandfonline.com/doi/full/10.1080/14760584.2023.2232450