Universitas Airlangga Official Website

Peran Manajemen Menengah dalam Transformasi Rumah Sakit

Peran Manajemen Menengah dalam Transformasi Rumah Sakit

Artikel ini mengkaji peran manajemen menengah dalam meningkatkan daya saing berkelanjutan rumah sakit di Banyuwangi melalui kemampuan organisasi, menggunakan pendekatan analisis lintas tingkat. Penelitian ini menyoroti pentingnya manajemen menengah, seperti kepala bidang atau kepala bagian, yang memiliki peran ganda sebagai penghubung antara strategi manajemen puncak dan operasional sehari-hari. Dengan metode deskriptif, data diperoleh melalui kuesioner, observasi, dan dianalisis menggunakan model Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS). Penelitian ini melibatkan 13 rumah sakit di Banyuwangi dengan fokus pada bagaimana keterlibatan dan otonomi manajemen menengah memengaruhi kemampuan organisasi dan daya saingnya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan aktif manajemen menengah memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap kemampuan organisasi. Keterlibatan ini meliputi peran mereka dalam pengambilan keputusan strategis, penyebaran informasi, dan kemampuan mengelola inovasi. Semakin tinggi keterlibatan ini, semakin baik kemampuan organisasi untuk merespons perubahan lingkungan dan kebutuhan pasien. Temuan ini menegaskan bahwa manajemen menengah tidak hanya menjadi pelaksana kebijakan tetapi juga aktor penting dalam implementasi strategi dan peningkatan kinerja organisasi.

Selain keterlibatan, otonomi manajemen menengah juga memiliki pengaruh signifikan terhadap kemampuan organisasi. Otonomi diartikan sebagai kebebasan untuk mengambil keputusan tanpa intervensi berlebihan dari manajemen puncak, yang memungkinkan manajer menengah untuk bertindak cepat dan fleksibel dalam menghadapi tantangan. Penelitian menunjukkan bahwa otonomi yang diberikan kepada manajemen menengah, ketika dikombinasikan dengan pengawasan yang tepat, dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi strategi organisasi.

Intensitas kompetisi ditemukan sebagai faktor mediasi penting yang memperkuat hubungan antara keterlibatan dan otonomi manajemen menengah dengan kemampuan organisasi. Dalam lingkungan rumah sakit yang sangat kompetitif, kemampuan untuk berinovasi dan beradaptasi menjadi kunci keberhasilan. Persaingan yang ketat memotivasi manajemen menengah untuk mengembangkan pendekatan yang lebih kreatif dan inovatif dalam meningkatkan kualitas layanan. Temuan ini menunjukkan bahwa organisasi yang mampu mengelola intensitas kompetisi dengan baik akan memiliki kemampuan organisasi yang lebih tangguh.

Kemampuan perubahan organisasi yang kuat, pada gilirannya, terbukti memiliki dampak positif pada daya saing berkelanjutan. Rumah sakit yang mampu mengembangkan inovasi produk, proses, dan layanan yang unik serta sulit ditiru oleh pesaing akan memiliki keunggulan kompetitif yang lebih bertahan lama. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya strategi berbasis sumber daya yang melibatkan pengelolaan sumber daya manusia, keuangan, dan teknologi secara efektif untuk mendukung keunggulan kompetitif berkelanjutan.

Namun, faktor inersia organisasi dapat menjadi tantangan dalam mengoptimalkan hubungan antara kemampuan organisasi dan daya saing berkelanjutan. Inersia organisasi, yang mencakup kekakuan sumber daya dan rutinitas, dapat menghambat fleksibilitas dan inovasi. Meski begitu, penelitian ini menemukan bahwa inersia organisasi juga dapat berperan sebagai mediator dalam hubungan tersebut, tergantung pada bagaimana organisasi mengelola kendala internalnya. Rumah sakit perlu mengatasi inersia ini untuk memastikan strategi inovasi dapat diimplementasikan dengan efektif.

Implikasi dari temuan ini adalah bahwa manajemen menengah perlu diberdayakan lebih lanjut melalui pelibatan aktif dan pemberian otonomi yang memadai. Rumah sakit juga harus menciptakan lingkungan yang kompetitif dan fleksibel untuk memaksimalkan kemampuan organisasi dalam berinovasi dan beradaptasi dengan perubahan pasar. Strategi yang mengatasi inersia organisasi dan memanfaatkan potensi manajemen menengah secara optimal akan membantu rumah sakit menjaga daya saingnya secara berkelanjutan di industri kesehatan yang semakin kompleks.

Penulis: Prof. Dr. Fendy Suhariadi, Drs., M.T.

Link: https://scholar.unair.ac.id/en/publications/the-role-of-middle-management-in-building-sustainability-competit

Baca juga: Faktor yang Mempengaruhi Kunjungan Rumah Sakit di Kalangan Masyarakat Miskin di Indonesia