Ilustrasi AIP (Artikel Ilmiah Populer) (Foto: UNAIR NEWS)

Peran micro-RNA dalam terjadinya Kanker Kulit

240 Views•3 minutes read

Kulit merupakan organ terluar tubuh yang berfungsi sebagai pelindung dari sinar ultraviolet (UV), mikroorganisme, bahan kimia, dan berbagai faktor lingkungan. Namun, paparan sinar UV yang berlebihan, terutama dalam jangka panjang, dapat menyebabkan kerusakan DNA sel kulit dan meningkatkan risiko terjadinya kanker kulit. Salah satu mekanisme biologis adalah peran microRNA atau mikro-RNA (miRNA), yaitu molekul RNA berukuran sangat kecil yang membantu mengatur aktivitas gen. Meskipun tidak menghasilkan protein, mikro-RNA mampu mempengaruhi proses penting di dalam sel, mulai dari pertumbuhan, pembelahan, kematian sel, hingga kemampuan sel kanker untuk menyebar. Penelitian mengenai mikro-RNA membuka peluang baru untuk memahami bagaimana sel kulit normal dapat berubah menjadi sel kanker. Molekul ini juga berpotensi dikembangkan sebagai biomarker untuk membantu diagnosis, menentukan prognosis serta mengidentifikasi molekul sasaran terapi pada kanker kulit.

Peran mikro-RNA dalam perkembangan kanker kulit

Perkembangan kanker kulit merupakan proses kompleks yang melibatkan kerusakan DNA, perubahan regulasi gen, gangguan sistem imun, dan interaksi antara sel tumor dengan lingkungan di sekitarnya. Mikro-RNA dapat memengaruhi beberapa tahapan penting dalam proses tersebut.

Menghubungkan paparan sinar UV dengan perubahan sel

Radiasi UV, khususnya UVB, dapat menimbulkan kerusakan DNA secara langsung, sedangkan radiasi UVA banyak berkontribusi terhadap stres oksidatif melalui pembentukan spesies oksigen reaktif (reactive oxygen species atau ROS). Kerusakan yang tidak diperbaiki dengan baik dapat memicu mutasi dan perubahan perilaku sel. Paparan UV juga dapat mengubah ekspresi sejumlah mikro-RNA. Perubahan tersebut dapat memengaruhi jalur yang mengatur respons kerusakan DNA, proses inflamasi, proliferasi sel, dan apoptosis.

Mikro-RNA sebagai penghambat atau pendorong perkembangan kanker

Pertama, jenis mikro-RNA penekan pertumbuhan tumor (tumor-suppressive miRNA). Mikro-RNA jenis ini membantu menghambat pertumbuhan sel yang tidak terkendali dengan menekan ekspresi gen yang mendorong proliferasi, kelangsungan hidup sel kanker, atau invasi jaringan. Jika kadarnya menurun maka sel kanker memperoleh keuntungan untuk tumbuh dan berkembang.

Kedua, jenis mikro-RNA onkogenik (oncomiR). Mikro-RNA ini mendorong perkembangan kanker. Peningkatannya dapat membantu sel kanker bertahan hidup, membelah lebih cepat, atau menghindari kematian sel.

Mengganggu keseimbangan pertumbuhan dan kematian sel

Pada jaringan normal, sel yang mengalami kerusakan berat dapat menghentikan siklus sel untuk memperbaiki DNA atau menjalani apoptosis, yaitu kematian sel secara terprogram (apoptosis). Pada kanker kulit, perubahan mikro-RNA dapat memengaruhi protein yang mengatur siklus sel dan apoptosis. Akibatnya, sebagian sel yang seharusnya berhenti membelah atau mati dapat terus bertahan dan berkembang.

Mikro-RNA berpotensi digunakan dalam tiga bidang utama.

1) Membantu diagnosis. Profil mikro-RNA pada jaringan tumor dapat berbeda dari jaringan kulit normal. Pemeriksaan mikro-RNA berpotensi melengkapi pemeriksaan histopatologi dan imunohistokimia pada kasus tertentu.

2) Memperkirakan prognosis. Beberapa perubahan mikro-RNA dikaitkan dengan karakteristik agresivitas tumor, invasi, atau metastasis. Pada masa mendatang, kombinasi beberapa mikro-RNA mungkin membantu memperkirakan perilaku biologis tumor secara lebih akurat.

3) Memantau perkembangan penyakit kanker. Mikro-RNA dapat ditemukan dalam cairan biologis seperti darah. Hal ini menimbulkan kemungkinan pengembangan pemeriksaan berbasis darah untuk memantau perkembangan penyakit kanker.

Penulis: Willy Sandhika

Artikel Ilmiah Populer ini ditulis berdasarkan artikel Jurnal dengan Judul:  Role of miRNA in the Development of Non-Melanoma Skin Cancer (NMSC): A Systematic Review yang ditulis oleh Imron MZ, Sandhika W, Susanto CR dan Tjandra L. dan diterbitkan pada Majalah Biomorfologi (Biomorphology Journal). 2026;36(1):84–94.

Accessibility ✕
Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia English English
Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top