Universitas Airlangga Official Website

Peran Pendidikan Orang Tua terhadap Pemberian MPASI

MPASI
Ilustrasi MPASI (sumber: Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat)

Pemberian makanan pendamping ASI pada usia dini telah menjadi perhatian utama dalam upaya meningkatkan kesehatan bayi. Meskipun panduan mengenai ASI eksklusif telah diatur, praktik pemberian makanan pendamping masih menjadi isu penting yang perlu dipahami lebih dalam. Studi terbaru di wilayah kerja Puskesmas Lawahing, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, menyoroti hubungan antara pendidikan orang tua dan urutan kelahiran anak dengan perilaku pemberian makanan pendamping pada usia dini.

Memberikan makanan pendamping pada usia dini (di bawah 4 bulan) dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan pada bayi. Standar emas yang direkomendasikan adalah ASI eksklusif hingga usia 6 bulan, diikuti dengan makanan pendamping yang tepat. Pemberian makanan pendamping terlalu dini dapat menyebabkan risiko diare, gangguan usus, obesitas, alergi, dan kerdil. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memahami kapan waktu yang tepat untuk memperkenalkan makanan pendamping kepada bayi mereka.

Studi ini menemukan bahwa pendidikan orang tua memainkan peran kunci dalam perilaku pemberian makanan pendamping pada usia dini. Orang tua dengan pendidikan rendah cenderung memberikan makanan pendamping lebih dini karena kurangnya pemahaman tentang pentingnya ASI eksklusif. Di sisi lain, orang tua dengan pendidikan yang lebih tinggi cenderung mengikuti tradisi keluarga dan kurang terbuka terhadap informasi baru yang dapat meningkatkan kesehatan anak.

Urutan Kelahiran Anak

Selain itu, urutan kelahiran anak juga mempengaruhi keputusan orang tua dalam memberikan makanan pendamping. Anak pertama cenderung lebih sering diberi makanan pendamping secara dini dibandingkan dengan anak-anak berikutnya. Hal ini karena pengalaman dan pengetahuan yang terbatas dari orang tua baru. Serta pengaruh dari anggapan bahwa memberikan makanan pendamping tidak akan berdampak buruk bagi kesehatan anak.

Penelitian ini memiliki implikasi penting dalam meningkatkan praktik pemberian makanan pendamping yang tepat. Orang tua dengan pendidikan rendah perlu mendapatkan pendekatan yang lebih intensif untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang manfaat ASI eksklusif. Di sisi lain, penting bagi penyedia layanan kesehatan untuk memahami pengaruh tradisi dan pengalaman dalam pengambilan keputusan orang tua. Terutama ketika menyangkut kesehatan anak.

Pemberian makanan pendamping pada usia dini adalah isu yang kompleks, yang dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti pendidikan orang tua dan urutan kelahiran anak. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang faktor-faktor yang memengaruhi keputusan ini, diharapkan dapat dilakukan langkah-langkah yang lebih efektif untuk meningkatkan praktik pemberian makanan pendamping yang tepat dan kesehatan anak secara keseluruhan. Penelitian ini memberikan pandangan yang lebih dalam tentang bagaimana pendidikan orang tua dan urutan kelahiran anak memengaruhi keputusan pemberian makanan pendamping, dan memberikan landasan bagi upaya-upaya untuk meningkatkan kesehatan bayi di masa depan.

Penulis: Astika Gita Ningrum, M.Keb.

Untuk informasi lebih lanjut bisa diakses melalui link berikut: https://wjarr.com/content/correlation-between-parental-education-and-childbirth-sequence-provision-early-complementary

DOI: https://doi.org/10.30574/wjarr.2024.21.3.0795

Baca juga: Pentingnya Dukungan Keluarga untuk Meningkatkan Self-Efficacy Ibu