Universitas Airlangga Official Website

Peran Recirculating Aquaculture System untuk Budidaya Udang Vannamei

Foto by Fajar Sulsel

Akuakultur merupakan salah satu pilar terpenting untuk ketahanan pangan. Pada tahun 2020 menurut FAO, 87,5 juta ton aquatic animal/hewan air senilai USD 281,5 juta diproduksi untuk memenuhi kebutuhan manusia. Produksi industri ini telah mengalami peningkatan lebih dari 600% dibandingkan pada tahun 1990. Sektor akuakultur terus berkembang seiring dengan perkembangan teknik dan komoditas yang dibudidayakan, salah satunya dengan teknik yang dikenal dengan Recirculating Aquaculture System (RAS). RAS adalah teknologi akuakultur dengan mendaur ulang air menggunakan filter untuk menghilangkan produk air limbah. RAS akan mengubah senyawa beracun seperti amonium, limbah padat, dan CO2 menjadi senyawa tidak beracun untuk digunakan kembali di tambak atau kolam. Teknologi ini menguntungkan karena tidak membutuhkan banyak lahan, dapat digunakan dengan jumlah air yang terbatas sekaligus kepadatan tebar akuakultur yang tinggi, serta mengurangi limbah seperti feses, pakan yang tidak dimakan, atau bahan organik di kolom air. Udang vaname merupakan komoditas ekonomi penting di seluruh dunia. Data tahun 2018 menyebutkan produksi udang vaname telah mencapai 3,5 juta ton bahkan dilaporkan sebagai spesies budidaya terpenting. Udang vaname memiliki banyak keunggulan dibanding udang lain karena ketahanannya yang lebih besar terhadap penyakit, pertumbuhan yang lebih cepat, dan toleransi stres yang tinggi. Karena potensinya yang sangat besar, aplikasi RAS dalam budidaya udang vaname mulai diminati.

Artikel penelitian ini merupakan review paper. Artikel ini menyoroti perkembangan teknik RAS pada budidaya udang vaname, menjelaskan filter yang digunakan beserta hasil parameter pertumbuhan, kualitas air, pengendalian penyakit, dan tingkat kelangsungan hidup dari studi yang relevan. RAS dapat didefinisikan sebagai sistem akuakultur yang menggabungkan pengolahan dan pemanfaatan kembali air dengan kurang dari 10% dari total volume air yang diganti per hari. Konsep RAS adalah untuk menggunakan kembali dan mengirimkan volume air setelah perawatan berkelanjutan untuk organisme yang dibudidayakan. Komponen pengolahan air yang digunakan dalam RAS digunakan agar dapat mengakomodasi jumlah pakan yang banyak untuk menghasilkan tingkat pertumbuhan dan padat tebar yang tinggi. Umumnya, RAS terdiri dari komponen filtrasi mekanis dan biologis, pompa, dan tangki penampung. Beberapa elemen pengolahan air tambahan juga dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas air dan menyediakan pengendalian penyakit di dalam sistem. Penggunaan RAS dapat mengurangi pergantian air, menjaga kualitas air, dan meningkatkan performa budidaya udang vaname. Selain itu, RAS juga mengurangi kemungkinan infeksi penyakit pada budidaya udang.

Penulis: Muhammad Browijoyo Santanumurti, S.Pi., M.Sc.

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

https://intelaquares.tonekabon.iau.ir/article_699267_e8f59776d7f41fa1fa375f2bd6cb4947.pdf

Nugraha, M. A. R., Dewi, N. R., Awaluddin, M., Widodo, A., Sumon, M. A. A., Jamal, M. T., & Santanumurti, M. B. (2023). Recirculating Aquaculture System (RAS) towards emerging whiteleg shrimp (Penaeus vannamei) aquaculture. International Aquatic Research15(1), 1-14. https://doi.org/10.22034/IAR.2023.1973316.1361