Universitas Airlangga Official Website

Peran Vital Supply Chain Management Untuk Daya Saing Global

supply chain management
Ilustrasi Supply Chain Management (sumber: Mekari)

Supply Chain Management (SCM) adalah seperangkat pendekatan yang diterapkan untuk mencapai efisiensi integrasi supplier, manufaktur, gudang, dan penyimpanan, sehingga barang dapat diproduksi dan didistribusikan dalam jumlah yang tepat, lokasi yang tepat, waktu yang tepat untuk meminimalkan biaya dan memberikan layanan yang memuaskan konsumen.

Dapat dikatakan bahwa Supply Chain Management (SCM) merupakan sarana pengoptimalan aktivitas perusahaan dalam kegiatan operasional perusahaan untuk meminimalkan biaya dan mencapai kepuasan pelanggan yang diwujudkan dengan menciptakan hubungan yang baik dengan supplier, produksi yang baik dan hubungan dengan pelanggan yang baik. Prosesnya mencakup seluruh interaksi antara pemasok, produsen, pengecer, dan konsumen.

Daya saing yang tinggi sangat bergantung pada efisiensi dan produktivitas antar area fungsional dalam suatu perusahaan agar dapat lebih merespon kebutuhan konsumen dan permintaan pasar. Perusahaan tidak hanya berfokus pada kualitas tinggi produk yang ditawarkan kepada konsumen, namun juga pada strategi pengiriman produk yang cepat. Dalam hal mencapai tujuan dan unggul dari pesaing, perusahaan harus merumuskan strategi yang cocok dengan keadaan baik internal maupun ekternal perusahaan untuk kemudian diimplementasikan dalam persaingan dan menciptakan keunggulan dalam proses sehari-hari.

Dalam prosesnya, Supply Chain Management (SCM) memiliki tiga tujuan utama. Tujuan pertama adalah untuk pengurangan biaya (cost reduction), manajemen yang dilakukan oleh suatu perusahaan harus mampu meminimalkan biaya logistik yang dikeluarkan. Seperti pemilihan alat transportasi, pergudangan, standar dan pelayanan. Tujuan kedua, adalah dengan pengurangan modal dan investasi dalam strategi logistik (capital reduction), yang memiliki biaya variabel yang lebih tinggi daripada strategi yang membutuhkan investasi yang lebih besar. Tujuan yang terakhir adalah penerapan peningkatan berkelanjutan dalam pelayanan (service improvement).

Dengan jumlah penduduk yang besar dan tersebar secara geografis, penerapan Supply Chain Management (SCM) di Indonesia berperan krusial dalam efisiensi operasional perusahaan, pengurangan biaya logistik, dan peningkatkan daya saing internasional. Hal ini memungkinkan perubahan terhadap permintaan pasar, sehingga perusahaan dapat beradaptasi dengan cepat terhadap dinamika pasar yang berubah. 

CEO Apple, Tim Cook pada hari Rabu, 17 April 2024 berkunjung ke Indonesia untuk membicarakan berbagai rencana strategis Apple di Indonesia dan juga bagaimana Indonesia bisa menjadi bagian dari global supply chain. Dalam pertemuan, Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang mengatakan bahwa Presiden Jokowi juga mendorong Apple untuk menciptakan pabrik manufaktur di dalam negeri. Hal ini menunjukkan pengakuan akan potensi pasar Indonesia dan kebutuhan untuk memperkuat Supply Chain Management (SCM) di tanah air. Dengan adanya investasi langsung dari perusahaan global seperti Apple, akan membuka peluang besar bagi pengembangan infrastruktur logistik dan diharapkan menjadi bagian jaringan rantai pasok produk Apple untuk mendorong pasar dan daya saing global.

Supply Chain Management memiliki banyak manfaat dalam menjalankan sistem produksi dan operasi di perusahaan. Tetapi ada beberapa tantangan yang harus dihadapi dan disikapi oleh perusahaan apabila akan menerapkannya. Tantangan yang pertama berasal dari lingkungan makro dan juga lingkungan eksternal. Misalnya saja trend perekonomian global yang menunjukkan adanya kecenderungan inflasi, khususnya di Indonesia. Hal ini disebabkan karena persaingan di tingkat global memang sangat meningkat. Faktor eksternal lain adalah perkembangan teknologi. Perkembangan teknologi yang terkait dengan teknologi informasi sedapat mungkin diadaptasi oleh perusahaan-perusahaan yang menerapkan Supply Chain Management (SCM). Sehingga dapat mengelola informasi yang bergerak sangat cepat untuk menanggapi perpindahan produk.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, perusahaan harus melakukan perbaikan dan membangun komitmen di lingkungan internal perusahaan tersebut. Baru kemudian membangun kemitraan dan komitmen dengan mata rantai lain di lingkungan eksternal. Satu hal yang juga penting dalam mengatasi tantangan untuk penerapan Supply Chain Management (SCM) adalah mengelola informasi dalam sebuah sistem harus mendukung proses pengambilan keputusan di wilayah penerapan tersebut.

Penulis : Vivekananda Nareswara Wiradisuria
Baca juga: Penerapan Teknologi Blockchain dalam Supply Chain Management Pertanian