Universitas Airlangga Official Website

Perbandingan Biaya Rumah Sakit Riil dan Tarif INA-CBG untuk Penyakit Stroke di Indonesia

Perbandingan Biaya Rumah Sakit Riil dan Tarif INA-CBG untuk Penyakit Stroke di Indonesia
Sumber: Mayapada Hospital

Stroke menduduki peringkat ketiga sebagai penyakit katastropik dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Penyakit katastropik merupakan penyakit yang mengancam nyawa, menyebabkan kecacatan serius, membutuhkan biaya pengobatan yang besar, dan serta proses terapi yang lama.  Metode pembayaran klaim program JKN menggunakan metode INA-CBG (Indonesian Case Base Groups) prospektif, yaitu tarif yang telah ditetapkan sebelum pelayanan kesehatan diberikan berdasarkan kelompok kode diagnosis penyakit. Metode pembayaran ini berpotensi menimbulkan ketidaksesuaian biaya yang dikeluarkan oleh fasilitas kesehatan.

Tinjauan sistematis ini bertujuan untuk memberikan gambaran perbandingan biaya aktual yang dikeluarkan oleh rumah sakit dengan tarif INA-CBG program JKN untuk pasien rawat inap yang menderita penyakit stroke. Metode pengumpulan data menggunakan diagram alir PRISMA pada beberapa basis data. Tinjauan sistematis ini merupakan studi perbandingan dengan membandingkan signifikansi rata-rata biaya medis langsung aktual dengan tarif INACBG. Penelusuran pustaka dilakukan pada beberapa basis data penelusuran artikel, yaitu PUBMED, SCIENCE DIRECT, PRO QUEST, dan DOAJ. Penelusuran manual juga dilakukan pada GOOGLE SCHOLAR dan RESEARCHGATE. Kata kunci yang digunakan dalam penelusuran artikel merupakan gabungan kata kunci dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris yaitu “analisis biaya”, “biaya riil”, “cost analysis”, “real cost”, “stroke”, “INA-CBG”, dan “direct medical cost” yang terdapat pada judul atau abstrak basis data. Penelitian yang memenuhi kriteria adalah penelitian primer dengan bagian hasil yang membandingkan biaya medis langsung aktual dengan klaim INA-CBG untuk infark serebral (I639), perdarahan intraserebral (I619), atau stroke yang tidak ditentukan (I64). Penelitian yang teks lengkapnya tidak dapat diambil atau hanya abstrak yang tersedia tidak disertakan.

Hasil tinjauan sistematis ini meunjukkan ada perbedaan biaya pada perdarahan intraserebral (I619) dan diagnosis stroke tidak spesifik (I64) secara konsisten memberikan selisih negatif sekitar Rp110.659–8.184.007/pasien/episode. Obat dan peralatan medis merupakan komponen perawatan stroke yang paling signifikan. Faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap biaya medis langsung adalah lama rawat inap, kelas JKN, dan usia pasien. Kesimpulan dari tinjauan sistematis ini yaitu ada perbedaan biaya dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yang mempengaruhi besar biaya medis langsung dari rumah sakit. Faktor paling berpengaruh terhadap besar biaya medis langsung adalah lama rawat inap.

Penulis : I Gusti Agung Putu Deddy Mahardika, Yunita Nita, Yuni Priyandani

Link: https://pharmacyeducation.fip.org/pharmacyeducation/issue/view/80

Baca juga: Analisis Biaya Medis Langsung Pasien Bpjs Bronkopneumonia Balita Di Rumah Sakit