Tindakan rekonstruksi defek atau cacat tulang di regio oral dan maksilofasial menggunakan bahan tandur tulang xenoraft telah mengalami banyak perkembangan dan semakin banyak digunakan karena tidak menyebabkan morbiditas sisi donor dan memiliki kemampuan untuk menghasilkan sel yang diharapkan. Penggunaan bahan tandur tulang yang berasal dari sapi (xenograft) telah banyak diteliti karena memiliki struktur biomekanik menyerupai tulang manusia serta ketersediaan yang tinggi dengan harga yang terjangkau di pasaran. Berdasarkan jenis pemrosesan, bovine xenograft yang paling banyak digunakan adalah Deproteinized Bovine Bone Material (DBBM)karena memiliki struktur yang kuat dan solid dengan resiko rejection rendah. DBBM memiliki kelemahan terkait sifat osteoinduktif akibat proses deproteinsisasi dan tidak biodegradable atau tidak dapat di resorbsi secara sempurna oleh tubuh sehingga menyisakan suatu residu yang mengahmbat proses penulangan. Jenis xenograft yang memiliki potensi sangat baik untuk dikembangkan adalah Freeze Dried Bovine Bone (FDBB) karena memiliki komponen biologis yang sangat baik untuk memicu proses penulangan dan memiliki struktur mekanik yang cukup baik. Kelemahan utama dari FDBB adalah komponen biologis yang memicu suatu reaksi penolakan sehingga membuat bahan ini masih diperdebatkan soal penggunaan dan pengembangan selanjutnya. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan potensi penulangan antara DBBM dan FDBB menggunakan sel punca yang berasal dari plasenta atau human umbilical cord mesenchymal stem cell (hUCMSC)
Penelitian eksperimental laboratoris ini dilakukan dengan memaparkan kultur sel hUCMSC pada bahan block tandur tulang FDBB yang tidak diselularisasi dan dilakukan deselularisasi (dcFDBB)dibandingkan dengan DBBM. Potensi penulangan diamati melalu ekspresi gen penanda penulangan yaitu osterix (OSX) dan Runt Related Transcription Factor-2 (RUNX2) secara kuantitatif menggunakan pemeriksaan Reverse Transriptase Polymerase Chain Reaction (RT-PCR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan pada ekspresi gen RUNX2 dan OSX pada seluruh kelompok penelitian. Ekspresi RUNX2 pada FDBB meningkat secara signifikan pada hari ke-12 dibandingkan dc-FDBB dan DBBM. Ekspresi OSX paling tinggi pada kelompok kontrol positif dan lebih signifikan dibandingkan kelompok perlakuan. Ekspresi OSX mengalami penurunan pada hari ke-12 tanpa ada perbedaan signifikan antar kelompok perlakuan.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah FDBB Memiliki potensi osteoinduktif lebih baik dibandingkan DBBM. Dengan segala keterbatasan yang ada pada penelitian ini, dapat dikatakan bahwa FDBB merupakan kandidat yang baik sebagai bahan tandur tulang selain DBBM.
Oleh : Andreas Pratama Nugraha, David Buntoro Kamadjaja
Sumber:
Research article
Osteoinductive and Osteogenic Capacity of Freeze Dried Bovine Bone Compared to Deproteinized Bovine Bone Mineral Scaffold in Human Umbilical Cord Mesenchymal Stem Cell Culture : An In Vitro Study
Thieme. European Journal of Dentistry; Volume 2023, 8 pages 10.1055/s-0042-1758786





