BFI-10 (Rammstedt & John, 2007) adalah salah satu instrumen ringkas untuk menilai tiep dimensi kepribadian big five (yaitu: keterbukaan, conscientiousness, ekstraversi, agreeableness, dan stabilitas emosional). Setiap kepribadian big five tersebut dalam instrumen BFI-10 diwakili oleh sepasang item yang dirancang untuk menangkap esensi dari kepribadian tertentu tanpa berlebihan dalam pengulangan konten kepribadian sejenis. Namun demikian, bukti sifat psikometrik dari instrumen ini berasal dari sampel yang rentan dengan bias budaya. Hal ini menimbulkan beberapa tantangan dalam pengukuran kepribadian big five. Salah satu persoalan yang sering terkait instrumen ringkas biasanya dianggap memiliki kualitas psikometri yang kurang baik, terutama berkaitan dengan persoalan reliabilitas yang rendah.
Penelitian ini menguji reliabilitas instrumen BFI-10 dengan memperkirakan korelasi inter-item dalam setiap ciri kepribadian menggunakan koefisien Omega. Diharapkan dari penelitian ini bisa didapatkan korelasi inter-item yang lebih dapat diterima dan memberikan wawasan yang lebih baik tentang varian potensial di antara ciri-ciri kepribadian big five di berbagai konteks budaya. Penelitian ini menganalisis korelasi inter-item skala BFI-10 antara negara-negara Barat dan non-Barat yang berhubungan dengan keterbukaan, conscientiousness, ekstraversi, agreeableness, dan stabilitas emosional sebagaimana diukur oleh BFI 10.
Penelitian ini menganalisis data yang diperoleh dari 28 negara yang dikategorikan sebagai Barat versus non-Barat. Penelitian ini berfokus pada pertanyaan berikut. Pertama, apa profil korelasi inter-item di 28 negara sampel? Kedua, apakah ada perbedaan korelasi inter-item antara negara-negara Barat dan non-Barat? Secara khusus, apakah BFI-10 menunjukkan konsistensi internal yang lebih rendah dalam sampel penelitian non-Barat daripada sampel Barat? Ketiga, apakah ciri-ciri kepribadian tertentu dalam big five menunjukkan korealsi inter-item yang buruk terlepas dari sampel spesifik negara (misalnya keterbukaan)?
Metode dan Hasil
Sampel dalam penelitian ini diambil dari studi yang dilakukan oleh Ogunbode et al. (2019) ditambah dengan yang kemudian disertakan lagi data dari tiga negara tambahan (UEA, Palestina, dan India) sehingga total data yang dianalisis adalah 28 negara termasuk Indonesia.
Intrumen BFI-10 (Rammstedt & John, 2007) digunakan sebagai alat ukur utama yang merupakan skala likert dengan rentang 5 poin yang menilai keterbukaan, conscientiousness, ekstraversi, agreeableness, dan stabilitas emosional. Dua puluh delapan negara (28) negara tersebut dikelompokan menjadi Barat versus non-Barat menggunakan klasifikasi negara dari Ogunbode et al. (2021). Koefisien omega dari dua item setiap dimensi kepribadian dihitung, menilai elemen/dimensi kepribadian yang sama, dihitung dengan menggunakan paket Psych (Revelle & Condon, 2019). Skor rata-rata korelasi antar item untuk setiap negara kemudian dihitung. Kami mengubah korelasi ini menggunakan transformasi Fisher karena hasilnya tidak mengikuti distribusi normal.
Penelitian ini menggunakan analisa general linear mixed model dengan efek acak untuk negara, di mana variabel negara disarangkan dalam variabel kelompok negara (Barat/non-Barat), untuk memperhitungkan ketergantungan data di dalam negara. Variabel dependen adalah korelasi yang ditransformasikan antara pasangan item ciri kepribadian untuk setiap negara dan prediktornya termasuk kelompok negara dan dimensi kepribadian. Interaksi antara kelompok negara dan dimensi kepribadian dimasukkan untuk menilai apakah ada perbedaan korelasi antar negara Barat dan non-Barat di seluruh ciri kepribadian (yaitu, apakah reliabilitas skala di seluruh kelompok negara berlaku untuk beberapa dimensi kepriadian, tetapi tidak untuk yang lain). Untuk mendapatkan perbedaan korelasi inter-item antara negara-negara Barat dan non-Barat untuk masing-masing dimensi kepribadian, penelitian ini menjalankan analisis regresi tanpa efek utama dari kelompok negara (Keppel & Wickens, 2004).
Hasil dari generalized linear mixed model menunjukkan pengaruh utama yang signifikan dari kelompok negara; korelasi inter-item antara dimensi kepribadian lebih tinggi di negara-negara Barat dibandingkan di negara-negara non-Barat. Hasil penelitian juga menunjukkan pengaruh utama yang signifikan dari dimensi-dimensi kepribadian tersebut. Namun demikian korelasi inter-item berbeda di setiap dimensi kepribadian. Penelitian ini juga menemukan pengaruh interaksi yang signifikan antara kelompok negara dan kepribadian. Perbedaan korelasi inter-item bervariasi di seluruh dimensi kepribadian di negara-negara Barat dan non-Barat. Efek interaksi yang signifikan menunjukkan bahwa variabel kelompok negara bersarang di dalam variabel kepribadian. Oleh karena itu, kami menjalankan kembali analisis regresi tanpa efek utama kelompok negara untuk mendapatkan efek sederhana untuk setiap kepridian. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan signifikan antar kelompok untuk conscientiousness, ekstraversi, dan stabilitas emosional. Lain itu, tidak ada pengaruh yang signifikan secara statistik untuk agreeableness dan keterbukaan.
Secara umum, koefisien omega dapat memperbaiki masalah korelasi intar-item yang rendah seperti yang diamati dengan instrumen yang memiliki jumlah item yang lebih sedikit. Namun demikian, ciri-ciri kepribadian tertentu (misalnya, agreeableness) tampaknya menunjukkan koefisien reliabilitas yang lebih rendah. Diasumsikan, ada perbedaan budaya dalam gaya atribusi serta gaya respons yang mungkin menjelaskan perbedaan korelasi inter-item yang diamati dalam konteks budaya Barat vs. non-Barat.
Penulis: Dr. Rahkman Ardi
Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:
https://doi.org/10.1016/j.paid.2022.111751 Park, J., van den Broek, K.L., Bhullar, N., et al (2022). Comparison of the inter-item correlations of the Big Five Inventory-10 (BFI-10) between Western and non-Western contexts. Personality and Individual Differences, 196. https://doi.org/10.1016/j.paid.2022.111751





