Ondansetron dan metoklopramida merupakan antiemetic (antu mual muntah) yang paling sering digunakan di klinik. Sesuai Formularium Nasional Indonesia, ondansetron secara eksklusif disetujui untuk pencegahan mual dan muntah yang disebabkan oleh kemoterapi dan radiasi. Lebih lanjut, gejala ekstrapiramidal (EPS) merupakan efek samping metoklopramida yang menyebabkan kurang dipilih baik oleh pasien maupun tenaga medis. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efikasi dan efek samping ondansetron dan metoklopramida pada pasien penyakit dalam dewasa.
Penelitian observasional kohort prospektif dilakukan, dengan kriteria inklusi pasien Ilmu Penyakit Dalam berusia ≥ 18 tahun, menerima ondansetron atau metoklopramida sebagai antiemetik. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling pada pasien dengan keluhan mual dan/atau muntah yang menerima ondansetron atau metoklopramida. Uji beda dilakukan antar 2 kelompok pada variabel efektivitas (uji Wilcoxon dan Mann Whitney-U) dan efek samping (uji chi-kuadrat dan uji eksak Fischer).
Dari total 194 pasien, 107 menerima ondansetron IV dan 87 menerima metoklopramida IV. Hasil menunjukkan penurunan mual yang signifikan sebelum dan 30 menit setelah pemberian obat pada kedua kelompok (p<0,05). Tidak ada perbedaan signifikan dalam efektivitas anti-mual dan anti-muntah pada kedua kelompok (p>0,05). Namun, ditemukan perbedaan signifikan pada efek samping sakit kepala setelah 30 menit antara kedua kelompok, lebih tinggi pada kelompok ondansetron (p<0,05). Kesimpulannya, ondansetron dan metoclopramide efektif dalam mengobati mual dan muntah pada pasien penyakit dalam dewasa, kejadian efek samping sakit kepala pada menit ke 30 lebih tinggi pada ondansetron.
Penulis: Budi Suprapti
Detail tulisan ini dapat dilihat di: https://journal.ugm.ac.id/v3/IJP/article/view/13447





