Universitas Airlangga Official Website

Perbedaan Ekspresi Cd44 dan Emmprin pada Berbagai Spektrum Tumor Ovarium Jenis Mucinous

Kanker ovarium merupakan keganasan yang menduduki peringkat kedelapan diagnosis kanker dan penyebab kematian karena kanker pada wanita tahun 2018, karena sering ditemukan sudah dalam stadium lanjut. Karsinoma ovarium jenis mucinous hanya sedikit dijumpai dengan insiden di seluruh dunia hanya 3-4% dari seluruh kanker epitel ovarium, tetapi insidennya di Indonesia, lebih tinggi. Karsinoma ovarium jenis mucinous merupakan keganasan terbanyak yang dijumpai pada ovarium di RSUD Dr Soetomo Surabaya.

Tumor ovarium jenis mucinous menghadirkan kesulitan dalam mendiagnosisnya. Tumor ini memiliki spektrum yang luas, dari jinak, borderline hingga ganas. Membedakan antara tumor borderline dan kistadenoma terkadang menyulitkan, terutama jika didapatkan proliferasi epitel  Membedakan tumor borderline dan karsinoma, khususnya yang berdiferensiasi baik dapat menyulitkan, bahkan oleh patolog berpengalaman, sehingga dapat menyebabkan kesalahan diagnosis yang berdampak terhadap kesintasanpasien.

Proses perkembangan tumor melibatkan pengaturan proliferasi dan invasi. Pengaturan proliferasi melibatkan sel punca kanker, dengan salah satu penandanya adalah CD44. CD44 merupakan protein permukaan sel yang berperan dalam respon sel terhadap lingkungan mikro dan berperan dalam perkembangan tumor, terutama proliferasi. Pengaturan invasi melibatkan transisi epitel menjadi mesenkim, salah satunya adalah EMMPRIN. EMMPRIN merupakan protein permukaan sel yang berperan dalam biologi kanker, terutama memicu invasi dengan meningkatkan aktivitas MMP. Penelitian yang menilai ekspresi CD44 dan EMMPRIN pada tumor ovarium jenis mucinous sangat terbatas, sampai saat ini. Studi ini bertujuan menganalisis perbedaan ekspresi CD44 dan EMMPRIN pada berbagai spektrum tumor ovarium jenis mucinous.

Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional retrospektif. Sampel penelitian adalah blok parafin dari jaringan operasi pasien yang didiagnosis tumor ovarium jenis mucinous di Laboratorium Patologi Anatomik RSUD Dr. Soetomo Surabaya periode 2018 – 2021, yang memenuhi kriteria inklusi. Kriteria inklusi adalah blok parafin berkualitas baik dan masih memiliki sel tumor yang cukup representatif. Kriteria eksklusi adalah pasien yang memiliki tumor lain bersamaan pada organ saluran cerna maupun organ lain. Didapatkan sampel sebanyak 53 blok parafin, terdiri dari masing-masing 18 blok parafin kistadenoma dan karsinoma grade 1 dan 17 blok parafin tumor borderline.

Ekspresi CD44 dan EMMPRIN diperiksa menggunakan metode imunohistokimia. Pulasan imunohistokimia diperiksa oleh dua pemeriksa, dengan persetujuan antarpenilai bila terdapat ketidaksesuaian penilaian antara kedua pemeriksa. Penilaian ekspresi CD44 dan EMMPRIN dilakukan secara semikuantitatif menggunakan persentase sel tumor yang terpulas dan intensitas sel tumor yang terpulas. Ekspresi CD44 dinilai menggunakan skor IRS dengan mengalikan skor persentase sel tumor yang terpulas dengan skor intensitas pulasan, sedangkan ekspresi EMMPRIN dinilai menggunakan skor total yang menjumlahkan skor persentase sel tumor yang terpulas dan skor intensitas pulasan.

Analisis statistik dilakukan menggunakan SPSS dimana perbedaan antara ekspresi CD44/EMMPRIN dengan berbagai spektrum tumor ovarium jenis mucinous dianalisis dengan tes Kruskal-Wallis. Perbedaan ekspresi CD44/EMMPRIN antara dua kelompok tumor ovarium jenis mucinous dilakukan dengan tes Mann-Whitney, sedangkan analisis korelasi menggunakan tes Spearman.

Ekspresi CD44 didapatkan pada membran dan sitoplasma sel tumor. Hasil tes Kruskal-Wallis menunjukkan adanya perbedaan ekspresi CD44 pada berbagai spektrum tumor ovarium jenis mucinous (p=0,025), tetapi hasil uji korelasi Spearman menunjukkan tidak terdapat  korelasi (p=0,432). Hasil tes Mann-Whitney hanyamenunjukkan perbedaan ekspresi CD44 antara kistadenoma dengan tumor borderline (p=0,010). Tingkat ekspresi CD44 didapatkan paling tinggi pada kelompok kistadenoma, menurun pada kelompok tumor borderline dan meningkat pada kelompok karsinoma grade 1. Studi serupa oleh Matuura et al. juga menunjukkan perbedaan ekspresi CD44 antara ketiga kelompok tumor, sesuai dengan hasil penelitian ini. Namun, tingkat ekspresi CD44 yang kuat lebih tinggi pada tumor borderline dibandingkan kistadenoma dan lebih rendah pada karsinoma dibandingkan tumor borderline, berbeda dengan hasil penelitian ini.

Ekspresi EMMPRIN didapatkan pada membran dan sitoplasma sel tumor. Hasil tes Kruskal-Wallis menunjukkan tidak ada perbedaan bermakna ekspresi EMMPRIN pada berbagai spektrum tumor ovarium jenis mucinous (p=0,207) serta uji Spearman menunjukkan tidak ada korelasi (p=0,113). Hasil tes Mann-Whitney juga menunjukkan tidak terdapat perbedaan ekspresi EMMPRIN antara masing-masing dua kelompok tumor. Tingkat ekspresi EMMPRIN didapatkan paling rendah pada kelompok kistadenoma, sedikit meningkat pada kelompok tumor borderline dan paling tinggi pada kelompok karsinoma grade 1. Penelitian serupa oleh Alici et al. menunjukkan tidak ada perbedaan ekspresi EMMPRIN pada ketiga kelompok. Ekspresi EMMPRIN yang kuat paling tinggi pada kelompok karsinoma, diikuti kelompok tumor borderline dan kistadenoma, serupa dengan penelitian ini. Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan korelasi positif bermakna antara ekspresi CD44 dan EMMPRIN pada tumor ovarium jenis mucinous dengan kekuatan lemah (p=0,0003 dan r=0,478).

Penelitian ini menunjukkan peran CD44 dan EMMPRIN  dalam perkembangan tumor ovarium jenis mucinous. Dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk menentukan jalur aktivasi molekuler terkait perbedaan karsinogenesis, yang mempengaruhi ekspresi CD44 dan EMMPRIN pada tumor ovarium jenis mucinous.

Penulis : Alphania Rahniayu

Judul artikel : Differences in the Expression of CD44 and EMMPRIN in Various Spectra of Mucinous Ovarian Tumors. https://doi.org/10.26655/JMCHEMSCI.2023.12.35