Universitas Airlangga Official Website

Perbedaan Pengetahuan dan Sikap Remaja Putri Sebelum dan Sesudah Terpapar Iklan Layanan Masyarakat Tentang Tablet Tambah Darah

IL by Puskesmas Tanah Sareal

Anemia menjadi masalahkesehatan yang  sangat serius jika terus diabaikan tanpa upaya pencegahan dan pengobatan dini, terutama pada kelompok rentan yaitu wanita hamil dan gadis remaja. Anemia menjadi salah satu faktor penyebab masalah gizi di Indonesia, karena kekurangan zat besi, asam folat, dan/atau vitamin B12 (Arisman, 2010). Anemia pada gadis remaja dapat memiliki dampak negatif, yaitu menurunnya produktivitas yang menyebabkan  prestasi belajar karena mengurangi kemampuan berpikir ketangkasan dan kurang konsentrasi. Jika anemia pada remaja putri adalah dibiarkan terjadi tanpa pencegahan apapun dan upaya pengobatan, maka dapat berdampak negatif  yang akan terbawa ke ibu hamil. Anemia pada ibu hamil bisa menyebabkan kematian ibu saat melahirkan dan berdampak pada bayi. Anemia bisa dicegah dengan mengkonsumsi makanan sumber suplementasi zat besi dan zat besi. Menurut Badan Kesehatan DuniaOrganisasi (WHO), kejadian anemia pada remaja putri, terutama di negara-negara berkembang tercapai 53,7%. Berdasarkan data dari Riskesdas (2013), prevalensi anemia pada remaja di Indonesia adalah 35,1%. Tujuan penelitian ini adalah melihat perbedaan pengetahuan dan sikap remaja putri sebelum dan sesudah  terpapar iklan layanan masyarakat tentang tablet tambah darah.

Penelitian dilakukan pada 2019. Subjek dalam penelitian ini adalah siswi SMPN 10 Surabaya yang berusia 12-15 tahun. Sample berjumlah 30 untuk setiap kelompok. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pengetahuan siswa (p = 0,00) sebelum dan sesudah menonton video maupun kelompok animasi. Kelompok pertama dipapar dengan iklan layanan masyarakat Versi Selfie, dan kelompok kedua dipapar dengan video animasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan pengetahuan baik pada kelompok video selfie maupun video animasi. Ini disebabkan oleh pengetahuan siswa yang sudah tinggi dan sudah adanya informasi dari pihak sekolah tentang manfaat tablet tambah darah.  Berikutnya, ada perbedaan sikap siswa sebelum dan sesudah menonton video pada kelompok “selfie” (p=0,00). Namun, tidak ada perbedaan sikap siswa terhadap kelompok “animasi” (p=0,469). Responden lebih menyukai video dengan tampilan artis asli manusia dan bukan video animasi. Remaja pada usia sekolah menegah pertama merasa bahwa video dengan artis manusia lebih mengena daripada video animasi.

Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak ada perbedaan pengetahuan siswa antara kelompok selfie dan kelompok animasi setelah menonton video. Terdapat perbedaan sikap antara kelompok “selfie” dan kelompok “animasi” setelah menonton video. Iklan layanan masyarakat diperlukan dalam penyampaian pesan kesehatan untuk perubahan pengetahuan dan sikap. Namun demikian, masih diperlukan pendampingan dan pendampingan langsung dari para guru.

Penulis: Dr. Sri Widati.,S.Sos.,M.Si

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di: https://e-journal.unair.ac.id/IJPH/article/view/15413

Sri Widati dan Yohana Nensy Lasamahu (2022). Differences in Teenage Girls’ Knowledge and Attitude Before and After Being Exposed in Public Service Announcement Media of “Iron Supplementation” (Study at SMP Negeri 10 Surabaya)

The Indonesian Journal of Public Health Vol. 17 No. 2 Juli Tahun 2022

DOI :  https://doi.org/10.20473/ijph.v17i2.2022.252-263