Gangguan pada jalur distribusi perlu disimpan secepat mungkin. Hal ini disebabkan karena adanya efek kesalahan terhadap rusaknya peralatan dan pemadaman listrik. Dalam makalah ini, gangguan saluran tunggal ke tanah dipertimbangkan dalam simulasi. Perhitungan jarak gangguan menggunakan metode berbasis impedansi. Nilai impedansi urutan negatif dan positif digunakan dalam formulasi.
Berbagai jarak pada setiap bagian disimulasikan untuk mengamati keakuratan metode berbasis impedansi. Jaringan pengujian diadopsi dari data nyata dari Tenaga Nasional Berhad (TNB) Malaysia. Jaringan tersebut dipasang sebagai jaringan distribusi bawah tanah dengan 19 node (cabang dan feeder utama). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa dengan mempertimbangkan impedansi rangkaian pada perhitungan jarak gangguan mampu menghasilkan akurasi yang dapat diterima.
Dalam sistem tenaga listrik, gangguan merupakan bagian yang sangat penting yang perlu diatasi. Gangguan pada suatu rangkaian adalah setiap kegagalan yang mengganggu arus normal. Gangguan pada rangkaian mempunyai faktor utama seperti beban berlebih pada jaringan sistem distribusi, gangguan pada peralatan listrik dan gangguan saluran transmisi.
Kesalahan beban berlebih disebabkan oleh peningkatan beban yang tidak terduga. Gangguan peralatan listrik disebabkan oleh petir, pecahnya isolator, desain produk yang tidak sesuai spesifikasi, dan pemasangan peralatan yang tidak tepat. Selain itu juga disebabkan oleh gangguan pada saluran udara transmisi dan distribusi yang disebabkan oleh petir, badai, pohon tumbang, dan salju.
Dalam kompleksitas jaringan distribusi, terutama saluran atau kabel yang tidak homogen, membuat metode berbasis impedansi dan metode komponen frekuensi tinggi gelombang berjalan menjadi tidak efektif. Kedua metode ini lebih cocok dan banyak digunakan untuk lokasi gangguan pada sistem saluran transmisi homogen.
Mengingat kompleksitas dalam jaringan distribusi, metode berbasis pengetahuan, seperti Jaringan Syaraf Tiruan, Algoritma Genetika dan Metode Hibrid. Metode lokasi kesalahan lainnya memerlukan informasi seperti status saklar gardu induk dan feeder, pengukuran feeder, kondisi atmosfer, dan informasi dari pengukuran real time. Metode lokasi sesar gelombang berjalan dikenal sebagai metode paling akurat yang saat ini digunakan.
Namun karena kompleksitas jaringan distribusi, metode travelling wave based kurang cocok diterapkan pada jaringan distribusi. Teknik gelombang berjalan didasarkan pada refleksi dan transmisi gelombang perjalanan yang dihasilkan sepanjang jaringan listrik yang rusak. Metode gelombang berjalan berdasarkan frekuensi tinggi juga digunakan.
Secara umum, sinyal transien tegangan dan arus frekuensi tinggi disuntikkan untuk menentukan lokasi gangguan. Komponen frekuensi tinggi digunakan untuk mendeteksi lokasi kesalahan dengan menyuntikkan sinyal sinusoidal. Kelemahan metode gelombang berjalan adalah propagasinya dapat terpengaruh secara signifikan berdasarkan parameter sistem dan konfigurasi jaringan.
Sulit juga untuk menemukan gangguan di dekat bus atau gangguan yang terjadi di dekat sudut awal tegangan nol. Berdasarkan berbagai metode untuk metode lokasi gangguan, makalah ini menggunakan metode berbasis impedansi yang mana dipertimbangkan garis impedansi urutan negatif dan positif. Metode berbasis impedansi menggunakan impedansi yang dilihat dari node yang dipantau untuk memperkirakan lokasi gangguan dari pengukuran tegangan atau arus pada gardu induk yang dipantau. Selain itu, metode ini juga dapat mengoptimalkan operasi switching untuk mengurangi waktu pemadaman akibat gangguan.
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan perhitungan jarak gangguan dengan menggunakan nilai impedansi rangkaian dengan mempertimbangkan variasi beban. Oleh karena itu, perlu menghitung jarak gangguan dan resistansi gangguan berdasarkan metode yang diusulkan. Kemudian, tentukan persentase kesalahan setiap perhitungan.
Tesis ini melakukan perhitungan jarak gangguan, dan metode yang diusulkan ini kami lakukan dengan diprogram menggunakan MATLAB yang datanya diperoleh dari jaringan distribusi dari simulasi PSCAD. Untuk menentukan kemungkinan kesalahan, proses perlu memasukkan nilai tegangan dan arus perangkat lunak di MATLAB.
Dalam tulisan ini, perhitungan jarak kesalahan telah berhasil ditentukan. Perhitungan dalam makalah ini bergantung pada nilai pengukuran. Nilai urutan garis impedansi negatif dan positif digunakan sebagai parameter penting untuk memperkirakan jarak gangguan. Besarnya persentase kesalahan gangguan tergantung pada jarak, baik jarak dekat maupun jauh dari titik pengukuran. Apabila jaraknya jauh maka persentase kesalahannya lebih tinggi dibandingkan dengan gangguan dekat. Kemungkinan lain kontribusi kesalahan disebabkan oleh kompleksitas jaringan distribusi, seperti ketidakhomogenan kabel, cabang dll.
Penulis: Lilik Jamilatul Awalin, ST, SPd, MT, PhD.
Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:
https://ijeecs.iaescore.com/index.php/IJEECS/article/view/27658





