Universitas Airlangga Official Website

Perilaku Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Ibu, Kearifan Lokal, dan Faktor Terkait pada Perempuan di Perkotaan dan Perdesaan

Kematian ibu merupakan salah satu masalah yang masih dihadapi oleh negara-negara seperti Indonesia dan negara-negara lain di dunia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat bahwa negara-negara Asia Tenggara memiliki AKI yang tinggi. Angka kematian ibu di Indonesia menempati urutan ketiga tertinggi di Asia Tenggara, dengan angka kematian ibu 177 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2017. Pada tahun 2018, angka kematian ibu mencapai 91,45 per 100.000 kelahiran hidup. Kematian ibu hamil dapat disebabkan oleh perawatan medis yang tidak memadai karena seberapa sering mereka mencari pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis bagaimana pengetahuan, pendidikan, dan mitos mempengaruhi sikap ibu hamil dalam mencari layanan kesehatan. Penelitian ini melibatkan 175 ibu hamil dan ibu nifas yang mengunjungi 10 puskesmas di dua kota di Jawa Timur secara acak. Data mengenai intrapersonal, interpersonal, dan kearifan lokal dikumpulkan melalui survei dengan instrumen terstruktur dan wawancara mendalam. Statistik data menggunakan analisis jalur dengan p-value >0,05. Sebagian besar ibu hamil masih mempercayai mitos yang ada di masyarakat, yang diukur dari adanya pantangan makanan, anjuran makanan, larangan tindakan, dan anjuran tindakan pada 160 (91,4%) partisipan. Selain itu, sebagian besar ibu hamil berpendidikan terakhir SMA (67 orang, 38,3%). Sementara itu, tingkat pengetahuan sebagian besar peserta adalah baik dan sangat baik pada 59 (33,7%) peserta.

Sebanyak 108 (61,7%) ibu hamil juga memiliki sikap yang sangat baik terhadap perawatan kehamilan mereka, dan 160 (91,4%) di Kota Surabaya dan Kabupaten Bojonegoro memanfaatkan layanan kesehatan dengan berobat dan mengunjungi pusat layanan kesehatan. Melalui wawancara mendalam, ditemukan bahwa ibu hamil memiliki pantangan makanan seperti nanas, durian, lele, dan bunga pisang. Mereka juga memiliki pantangan: setelah melahirkan, mereka tidak boleh keluar rumah pada bulan Ramadhan, tidak menyakiti hewan, dan tidak membenci orang lain. Dari hasil wawancara, ibu hamil melakukan pengobatan sendiri dengan mencari pengobatan herbal dan tradisional (dari dukun dan pemuka agama Islam) dan mengonsumsi obat-obatan yang diberikan tanpa saran medis. Sementara itu, mereka yang memanfaatkan pelayanan kesehatan adalah ibu hamil yang melakukan konsultasi dan berobat ke fasilitas kesehatan. Variabel intrapersonal, interpersonal, dan kearifan lokal memiliki pengaruh yang signifikan baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap pemanfaatan pelayanan kesehatan. Pengetahuan merupakan variabel yang paling besar pengaruhnya (nilai t-value, 27,96). Budaya, mitos, pendidikan, dan pengetahuan secara signifikan mempengaruhi sikap ibu hamil. Selain itu, budaya, pendidikan, mitos, dan pengetahuan secara substansial mempengaruhi pola pemanfaatan layanan kesehatan di kalangan ibu hamil. Oleh karena itu, hal tersebut harus digunakan sebagai dasar untuk memberikan pendidikan kesehatan pada ibu hamil untuk menanamkan pesan-pesan budaya. Sikap secara langsung mempengaruhi pola pemanfaatan pelayanan kesehatan, sehingga faktor-faktor yang mempengaruhi sikap ibu hamil perlu dipertimbangkan secara seksama untuk memaksimalkan pemanfaatan pelayanan kesehatan, mempertahankan dan meningkatkan status kesehatan ibu hamil dan janin yang optimal, serta menurunkan AKI dan AKB di Indonesia.

Penulis :  Nyoman Anita Damayanti

Untuk mengetahui artikel secara lebih detail, maka dapat mengunjungi link dibawah :

https://www.tandfonline.com/doi/full/10.2147/IJWH.S379749

Judul     : Maternal Health Care Utilization Behavior, Local Wisdom, and Associated Factors Among Women in Urban and Rural Areas, Indonesia