UNAIR NEWS – Memperingati Hari Raya Iduladha 1446 H, Universitas Airlangga (UNAIR) melaksanakan Sholat Iduladha bersama pada Jumat (6/6/2025). Bertempat di pelataran Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNAIR, Rektor UNAIR, Prof Dr Mohammad Nasih MT Ak CA hadir dan bertugas sebagai khatib.
Dalam khotbahnya, Guru Besar FEB itu turut mengajak para hadirin untuk senantiasa bertakwa kepada Allah SWT dengan melaksanakan perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya. Menurutnya, ketakwaan seorang hamba merupakan cerminan dari beragama Islam yang kaffah.
“Hanya dengan ketakwaan yang akan menjamin dan memastikan bahwa hidup kita menjadi mulia. Tidak ada satupun yang menjadi cita-cita kita kecuali untuk hidup mulia, baik di dunia maupun akhirat kelak. Maka, bekal untuk menghadapi dan menjalani kehidupan mulia adalah dengan bertakwa,” jelasnya.
Mensyukuri Nikmat
Pada momen yang berbahagia ini, Prof Nasih juga mengajak hadirin untuk selalu bersyukur atas nikmat yang didapat. Bersyukur adalah kunci yang dapat menghantarkan manusia mencapai kebahagiaan. “Mari meningkatkan rasa syukur kita dari hati yang paling dalam. Syukur menjadi penting karena dengan syukur tidak ada satu orang pun yang merasa kekurangan,” sebutnya.
Menurutnya, bersyukur juga menjadi salah satu cara meningkatkan ketakwaan. Sehingga melalui syukur dan takwa, manusia niscaya akan mendapatkan mulia dan bahagia. “Lawan dari syukur adalah kufur, dan tentu kita semua tidak ingin menjadi orang yang kufur nikmat, mengingkari nikmat Allah yang luar biasa. Hidup kita saja adalah karunia yang luar biasa apalagi kalau di samping kehidupan ini bisa menjalani berbagai kesempatan,” tambahnya.
Mendekati Allah
Prof Nasih mengungkapkan bahwa keberadaan manusia dalam mengarungi kehidupan adalah untuk menuju Allah dalam berbagai hal. Perjalanan dengan melalui ikhtiar untuk mencapai taqarrub ilallah. “Taqarrub Ilallah dapat diartikan sebagai kedekatan spiritual yang seolah-olah Allah ada di sekeliling kita dan tidak lepas dari kehidupan kita,” ungkapnya.
Mendekatkan diri kepada Allah berarti memasukkan dan mengamalkan sifat-sifat Allah kepada sekitar. Prof Nasih menyampaikan bahwa manifestasi dari hal ini dapat dilakukan dengan berbagai hal. “Kalau Allah juga memiliki sifat sebagai kreator, sebagai pencipta, maka tentu saja salah satu dari sifat yang kita warisi adalah kita harus bisa menjadi kreator-kreator. Bukan untuk menciptakan manusia, tapi menciptakan kreasi dan inovasi,” ucapnya.
Penulis: Mohammad Adif Albarado
Editor: Yulia Rohmawati





