Persepsi, sikap, dan praktik bidan dalam pemanfaatan telehealth dapat bervariasi tergantung pada konteks dan keadaan masing-masing bidan. Berikut adalah beberapa faktor – faktor yang dapat mempengaruhinya :
- Kesadaran dan pemahaman: Persepsi dan sikap bidan terhadap telehealth dapat dipengaruhi oleh tingkat kesadaran dan pemahaman mereka tentang teknologi telehealth. Jika bidan memiliki pemahaman yang baik tentang manfaat dan potensi telehealth dalam memberikan pelayanan kesehatan, mereka cenderung memiliki sikap yang positif terhadap penggunaannya.
- Aksesibilitas teknologi: Kemampuan bidan untuk memanfaatkan telehealth juga bergantung pada aksesibilitas teknologi di wilayah tempat mereka bekerja. Jika infrastruktur telekomunikasi yang dibutuhkan tidak tersedia secara luas, bidan mungkin menghadapi kendala dalam mengadopsi telehealth.
- Keterampilan teknologi: Kemampuan bidan dalam menggunakan teknologi telehealth secara efektif juga dapat memengaruhi sikap dan praktik mereka. Jika bidan tidak terbiasa dengan teknologi atau tidak memiliki keterampilan yang diperlukan, mereka mungkin merasa kurang percaya diri atau enggan menggunakannya.
- Kepercayaan pasien: Sikap dan praktik bidan juga dapat dipengaruhi oleh persepsi dan kepercayaan pasien terhadap telehealth. Jika pasien merasa nyaman dengan penggunaan teknologi dalam pengaturan perawatan kesehatan, bidan mungkin lebih cenderung mengadopsi telehealth.
- Regulasi dan kebijakan: Kebijakan dan regulasi yang mengatur penggunaan telehealth juga dapat memengaruhi sikap dan praktik bidan. Jika ada panduan yang jelas dan dukungan dari otoritas kesehatan terkait penggunaan telehealth, bidan mungkin lebih termotivasi untuk menggunakannya.
Sehingga diharapkan seluruh bidan lebih aktif dalam mendapatkan informasi dan pengetahuan serta menempatkan pelayanan online/teleheath, tugas profesional, dan teori ke dalam praktik sehingga dapat membantu menciptakan dan meningkatkan layanan persalinan berbasis teknologi di Indonesia. Pemerintah dan organisasi profesi diharapkan membuat kebijakan terperinci tentang bagaimana telehealth harus digunakan, juga harus memastikan bahwa semua fasilitas kesehatan di Indonesia memiliki alat komunikasi, akses internet serta sarana dan prasarana telehealth untuk membantu meningkatkan pelayanan, terutama bagi ibu dan anak.
Penulis: Avina Oktaviani Algifnita, Budi Prasetyo, Ivon Diah Wittiarika





