Penggolongan obat di suatu negara ditetapkan oleh pemerintah melalui otoritas yang bertanggungjawab terhadap sektor farmasi. Penetapan suatu obat dalam kelompok tertentu maupun dengan penandaan tertentu didasarkan oleh aspek keamanan, derajat toksisitas, efektivitas, kemanfaatan obat hingga pertimbangan risiko dan teknis saat penggunaan obat.
Secara umum di seluruh dunia, penggolongan obat dibagi kedalam empat kelompok besar: Obat dengan resep (prescription only medicine), obat yang hanya dapat didapatkan di farmasi termasuk obat yang hanya dapat diserahkan oleh apoteker (pharmacy only medicine and pharmacist only medicine), obat bebas atau didapatkan tanpa resep (General Sales List or Over-the counter Medicines), dan obat yang mendapatkan restriksi atau control ketat (Controlled medicine).
Belum banyaknya kajian mengenai faktor-faktor yang memengaruhi penggolongan suatu obat, naik turunnya suatu obat dalam golongan hingga kebutuhan masyarakat terhadap obat tersebut terutama mendorong peneliti dari Fakultas Farmasi Universitas Airlangga bekerjasama dengan peneliti dari Malaysia dan Brunei Darussalam untuk meneliti hal tersebut. Penelitian melibatkan pemangku kepentingan di Brunei Darussalam, sebuah negara kecil yang kebijakan di sektor farmasi banyak dipengaruhi oleh dinamika global.
Penelitian dengan pengumpulan data menggunakan metode wawancara berhasil mendapatkan enam informan kunci dari otoritas di Brunei Darussalam. Terdapat lima tema utama meliputi: sistem penyerahan obat (dispensing), aksesibilitas terhadap obat, penggolongan obat, penerapan di lapangan dan peran apoteker. Secara umum, penggolongan obat di Brunei harus mempertimbangkan kebutuhan, peluang dan tantangan dalam penerapannya di masyarakat. Apoteker memiliki peran penting dalam mengontrol dan mengedukasi penggolongan obat di lapangan. Masyarakat tidak memiliki literasi yang cukup terhadap penggolongan suatu obat sehingga diperlukan sinergi mulai dari hulu hingga hilir untuk menghasilkan produk obat yang mudah dikenali masyarakat. Artikel penelitian dapat diakses di https://www.tandfonline.com/doi/full/10.1080/20523211.2024.2426137#d1e1057
Andi Hermansyah
Fakultas Farmasi Universitas Airlangga





