Universitas Airlangga Official Website

Perspektif Perawat dalam Mengelola Nyeri dan Stres pada Anak

Perspektif Perawat dalam Mengelola Nyeri dan Stres pada Anak
Photo by Sukabumi Update

Hospitalisasi dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan stres pada anak, sehingga dapat mempengaruhi kesehatan fisik dan mental mereka. Sekitar 25%-30% anak-anak mengalami stres atau nyeri kronis yang sulit pulih setelah keluar dari rumah sakit. Perawat, sebagai garis depan dalam pelayanan di rumah sakit, memainkan peran penting dalam penerapan manajemen nyeri dan stres non-farmakologis (N-PPSM). Namun, penerapan N-PPSM oleh perawat masih rendah, terutama di bangsal anak. Beberapa tantangan yang dihadapi termasuk kurangnya pengetahuan, waktu, kepercayaan diri, dan fasilitas yang memadai. Penelitian tentang penggunaan N-PPSM di bangsal anak masih terbatas, dan penelitian serupa belum dilakukan di Indonesia, meskipun diharapkan hasilnya dapat digeneralisasi ke negara-negara Asia dengan karakteristik populasi yang serupa.

Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan desain cross-sectional yang dilakukan dari November 2022 hingga Januari 2023. Penelitian ini melibatkan 125 perawat yang bekerja di bangsal pediatrik di 27 rumah sakit di Indonesia, dipilih melalui purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi tertentu. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner metode non-farmakologis Tarja Polkki yang dimodifikasi, terdiri dari 35 pertanyaan yang terbagi dalam lima bagian: data demografi, praktik N-PPSM, penggunaan N-PPSM oleh perawat, manfaat penggunaan N-PPSM, dan hambatan dalam penerapan N-PPSM. Pengumpulan data dilakukan melalui Google Forms, dan setiap responden diminta untuk memberikan persetujuan tertulis setelah membaca lembar penjelasan penelitian.

Berdasarkan hasil penelitian di bangsal pediatri menunjukkan bahwa perawat secara luas menggunakan N-PPSM, termasuk memberikan edukasi, penempatan posisi, dukungan emosional, dukungan lingkungan, dan dukungan keluarga. Temuan ini menyoroti pentingnya metode ini dalam mengatasi tantangan yang dihadapi pasien pediatrik selama perawatan di rumah sakit. Namun, kurangnya pelatihan muncul sebagai hambatan utama dalam penerapan N-PPSM. Meskipun demikian, perawat menyadari keuntungan N-PPSM, seperti efek samping yang lebih sedikit, biaya yang efektif, kemudahan penggunaan, dan kemandirian dalam penerapan. Penelitian ini memberikan wawasan berharga untuk meningkatkan penggunaan N-PPSM dengan mengoptimalkan manfaatnya dan mengatasi hambatan yang ada, melalui pendidikan berkelanjutan, pelatihan, penyediaan fasilitas, infrastruktur, dan dukungan rumah sakit yang lebih baik.

Penulis: Arina Qona’ah, Prof. Dr. Nursalam, M.Nurs (Hons)

Link: https://scholar.unair.ac.id/en/publications/non-pharmacological-pain-and-stress-management-n-ppsm-in-pediatri

Baca juga: Epilepsi Intraktabel Pada Anak