Industri hiburan saat ini terus mengalami perkembangan seiring dengan kemajuan teknologi dan adanya digitalisasi. Saat ini, masyarakat global dapat dengan mudah mengakses segala bentuk jenis hiburan hanya dengan memanfaatkan internet melalui ponsel maupun perangkat elektronik lainnya. Salah satu bentuk hiburan yang saat ini terbilang mudah untuk diakses adalah musik. Musik menjadi salah satu media hiburan yang dinikmati oleh masyarakat di seluruh dunia. Pertumbuhan teknologi yang pesat juga membuat adanya perubahan pola masyarakat dalam menikmati musik.
Sebelum memasuki era digitalisasi, masyarakat menikmati musik melalui media seperti piringan hitam, radio, CD, hingga menghadiri festival musik atau konser (Arditi, 2019). Keberadaan digitalisasi mempermudah akses untuk menikmati musik yang akhirnya memberikan dampak pada peningkatan konsumsi musik secara global (Arditi, 2019). Peningkatan konsumsi musik juga ikut dipengaruhi dengan adanya pandemi Covid-19 yang membuat segala bentuk aktivitas di industri hiburan menjadi terbatasi, sehingga mendorong para musisi untuk beralih memanfaatkan media digital dalam menyalurkan karyanya. Salah satu platform yang menawarkan kemudahan akses dalam menikmati musik adalah aplikasi Spotify.
Perluas Cakupan Genre
Hadir pada tahun 2008, Spotify menjadi platform yang memberikan layanan penyiaran musik secara digital melalui website maupun aplikasi. Akses Spotify melalui berbagai perangkat elektronik baik secara online maupun offline, yang mana hal tersebut menjadi nilai lebih dalam kemudahan mengakses musik. Di samping itu, melalui Spotify masyarakat global juga mampu memperluas cakupan genre musik yang ingin penggemar nikmati.
Saat ini, Spotify telah tersedia dan aksesnya tersebar di sebanyak 237 negara di seluruh dunia. Kemudahan yang Spotify tawarkan tersebut berdampak pada bagaimana penikmat musik saat ini mulai bergeser ke platform digital. Peningkatan angka konsumsi musik melalui platform digital pada Spotify ditunjukkan melalui adanya peningkatan pengguna aktif bulanan pada aplikasi yang dihitung sejak 2015 hingga 2024.
Peningkatan pengguna pada Spotify membuktikan bahwa masyarakat global saat ini mulai mengalami perubahan metode dalam menikmati musik. Sebelumnya, live performance seperti konser dan festival musik menjadi sumber utama yang menghadirkan hiburan berupa musik kepada masyarakat (Rendell, 2021). Para penggemar dapat menghadiri konser musik untuk secara langsung menikmati musik musisi favorit. Sehingga membuat pengalaman yang diterima terasa eksklusif. Namun, saat ini platform digital juga tidak kalah untuk memberikan eksklusivitas kepada para penggemar.
Akses Real Time
Spotify secara real-time memberikan kesempatan bagi penikmat musik untuk dapat menikmati lagu yang dirilis sesuai dengan waktu rilis di seluruh dunia tanpa perlu hadir langsung ke acara konser. Tidak hanya itu, jika melalui konser, penggemar harus menunggu untuk mendengarkan lagu yang ingin musisi bawakan. Melalui Spotify para penikmat musik memiliki kebebasan untuk mendengarkan lagu apapun, di mana pun, dan saat kapan pun. Selama terdapat perangkat yang mampu terhubung dengan Spotify.
Digitalisasi yang memunculkan layanan streaming musik memberikan perubahan pada pola masyarakat dalam menikmati musik. Salah satunya adalah muncul tendensi dalam melakukan personifikasi terhadap musik yang ingin penggemar nikmati (Hagen, 2015). Salah satu hal yang paling terasa dari penggunaan Spotify sebagai penyalur media hiburan berupa musik adalah pengguna mampu melakukan personifikasi berdasarkan jenis musik kesukaan dengan membentuk playlist.
Dengan kemudahan tersebut, Spotify juga menawarkan paket premium melalui sistem berlangganan pada paket-paket berbayar yang tersedia (Yollis & Netti, 2018). Adanya penawaran tersebut rupanya menarik pelanggan yang ingin mendapatkan kemudahan akses terhadap musik dan juga personifikasi sesuai dengan keinginan. Terbukti bahwa, angka jumlah pelanggan berlangganan berbayar di Spotify terus mengalami peningkatan.
Fitur Berlangganan
Adanya fitur berlangganan akan membuat pengguna Spotify mampu memperluas akses untuk mendengarkan musik secara bebas. Semakin luas akses yang pengguna miliki untuk menikmati hiburan musik, semakin meningkat pula konsumsinya. Dan berujung pada semakin luasnya eksplorasi selera musik sekaligus memperbesar peluang bagi pengguna untuk menemukan musik baru (Datta et al., 2018). Hal ini juga turut membuat adanya digitalisasi pada industri musik menjadi peluang besar bagi para musisi untuk semakin menyebarkan karyanya pada platform digital, selain kemudahan akses juga potensi untuk dikenal secara luas lebih besar (Arditi, 2019).
Munculnya peralihan pola konsumsi penikmat musik dari panggung konser menuju pemanfaatan playlist pada platform digital menunjukkan bagaimana digitalisasi saat ini telah merubah lanskap industri musik. Keberadaan Spotify pun ikut andil dalam memenuhi kebutuhan pola baru yang ada pada masyarakat terkait personifikasi musik. Peluang baru pun ikut terbuka bagi para musisi untuk menjangkau pendengar secara global. Dengan demikian, keberadaan Spotify juga turut memberikan dampak pada industri musik yang menjadi lebih berorientasi pada kebutuhan penikmat musik saat ini.
Penulis: Alra Fakhira Rahmadhani, Mahasiswa S2 Sekolah Pascasarjana PSDM UNAIR,





