Plastik adalah bahan sintetik yang terbuat dari polimer hidrokarbon rantai panjang. Polimer ini terdiri atas jutaan monomer yang saling berikatan dan sangat sulit untuk diuraikan oleh mikroorganisme. Sampah plastik yang berada dalam tanah ini menyebabkan mineral-mineral dalam tanah baik organik maupun anorganik semakin berkurang. Hal ini berdampak pada miskinnya cacing dan mikroorganisme tanah di area tanah tersebut karena mikroorganisme tidak dapat memperoleh makanan dan berlindung. Kadar O2 dalam tanah juga semakin berkurang, sehingga fauna tanah sulit untuk bernafas dan akhirnya mati. Tidak adanya mikroorganisme tanah, yang berperan penting dalam pertumbuhan tumbuhan, akan sangat berdampak pada tumbuhan pada area tersebut. Pembakaran plastik juga akan mengeluarkan asap toksis yang akan menyebabkan gangguan kesuburan pada manusia (Karuniastuti 2013).
Perkembangan Penggunaan Plastik
Indonesia adalah peringkat kedua di dunia penghasil sampah plastik ke Laut. Selain itu sampah plastik hasil dari 100 toko/gerai anggota APRINDO selama 1 tahun akan menghasilkan 10,95 juta lembar sampah kantong plastik (KLHK 2016). The World Bank tahun 2018, 87 kota di pesisir Indonesia memberikan kontribusi sampah ke laut diperkirakan sekitar 1, 27 juta ton. Dengan komposisi sampah plastik mencapai 9 juta ton (Permana 2019). Sampah plastik menjadi pemandangan yang tidak bisa ditutupi lagi baik di darat maupun di perairan Indonesia. Menurut data Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) dan Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2018, sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton pertahun. Indonesia menjadi negara nomor dua penyumbang sampah plastik dunia. Oleh karena itu, pemerintah menetapkan target pengurangan sampah plastik hingga 30 persen dan pengelolaan sebesar 70 persen pada 2025 mendatang (Kumparan 2018).
Sampah plastik terus meningkat pertahunnya, hal ini disebabkan oleh dunia industri dari sisi pengemasan, pembangunan gedung, sektor lain, tekstil, konsumen dan produk institusi, transportasi, alat elektronik, dan secara industri. Bagian terbesarnya adalah pada pengemasan, dimana hampir seluruh industri menggunakan plastik sebagai alat kemas karena belum menemukan alternatif lain. Maka dari itu hal-hal lain yang dapat diupayakan untuk mengurangi sampah plastic adalah sebagai berikut upaya-upaya pemerintah di Indonesia.
Kasus Kematian Satwa Akibat Plastik
Plastik membutuhkan waktu lebih dari 20 tahun bahkan dapat mencapai 100 tahun agar dapat terurai secara sempurna, sehingga dapat menurunkan kesuburan tanah dan di perairan plastik akan sulit terurai (Purwaningrum 2016). Bahan ini merupakan penyebab dari ribuan satwa akuatik yang mati karena mengkonsumsinya. Beberapa waktu lalu, terjadi kasus kematian Paus Sperma (Physeter macrocephalus) bunting yang terdampar di satu pantai di Porto Cervo, Sardinia, Italia. Dua puluh dua kilogram plastik ditemukan dalam lambung paus. Kasus yang sama terjadi pada Paus Sperma yang terdampar di Perairan Pulau Kapota Resort Wangi-wangi, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Isi perutnya dipenuhi sampah dengan total mencapai 5,9 kilogram. Selain Paus, satwa akuatik lainnya juga mengalami kejadian serupa, mulai dari dugong, penyu, ikan, bahkan rusa mati mengenaskan hanya karena mengonsumsi plastik.
Mengapa Satwa dapat Mengonsumsi Plastik?
Pertanyaannya, mengapa satwa akuatik dan hewan lainnya mengonsumsi plastik? Beberapa satwa akuatik dan burung laut mengkonsumsi crustacea kecil, seperti krill sebagai pakannya. Sumber pakan krill adalah ganggang. Ganggang akan rusak secara alami dilaut. Kerusakan ganggang ini akan mengeluarkan bau belerang yang dikenal dengan dimethyl sulfide (DMS). DMS inilah yang kemudian dijadikan “rujukan” bagi burung laut dalam mencari krill (nationalgeographic.grid.id/). Sampah plastik yang mengambang di lautan merupakan media yang sempurna bagi ganggang untuk tumbuh subur. Ketika ganggang tersebut terurai dan memancarkan bau DMS, burung laut akan mengikuti aroma ini. Plastik yang sudah terkena bau DMS ini pun termakan.
Upaya Masyarakat dan Pemerintah
Keberadaan plastik yang sangat membahayakan satwa, terutama satwa akuatik dan burung laut, membuat masyarakat dunia berusaha untuk mengurangi bahkan menghentikan penggunaan plastik. Salah satunya adalah dengan memperingati Hari Bebas Kantong Plastik Sedunia pada 3 Juli. Beberapa kampanye seperti diet kantong plastik. info, greenpeace.org, dan gerakan-gerakan lainnya juga tidak pernah berhenti untuk mengajak masyarakat mengurangi penggunaan plastik. Pemerintah juga memberlakukan beberapa upaya guna mengurangi polusi plastik, diantaranya:
- Memerangi sampah plastik dengan membatasi penggunaan plastik bahkan meniadakannya pada kantong belanja di las-toko sesuai Peraturan Walikota Bogor No. 61 Tahun 2018.
- Beberapa kota sudah membuat peraturan larangan penggunaan plastik, Jakarta – Pergub Nomor 142 Tahun 2019, Semarang – Peraturan Walikota (Perwal) Semarang Nomor 27 Tahun 2019. Balikpapan – Peraturan Walikota (Perwali) Nomor 8 Tahun 2018. Bekasi – Peraturan Wali Kota (Perwali) Bekasi Nomor 61 Tahun 2018. Bogor – Peraturan Walikota (Perwali) Nomor 61 Tahun 2018. Bali – Pergub Bali Nomor 97 Tahun 2018. Banjarmasin – Peraturan Wali Kota (Perwali) Banjarmasin Nomor 18 Tahun 2016.
- Kampanye #DietKantongPlastik. Kampanye ini punya program-program seperti: wisata plastik, rampok lastik, dan environchallenge dietkantongplastik.info
- Komunitas nol sampah di Surabaya
- Inovasi untuk pengurangan plastik: Plastik yg terbuat dari singkong.
Alternatif Plastik
Tanpa plastik, apakah kita tetap dapat menjalani kehidupan? Tentu saja bisa! Banyak sekali alternatif plastik yang sudah diciptakan dan dapat digunakan masyarakat. Selain turut menjaga kelestarian ekosistem, barang-barang ini dapat digunakan berkali-kali, antara lain penggunaan eco bag sebagai pengganti kantong plastik. Hal ini sangat efisien dari segi pemakaian maupun harga. Beberapa toko retail sudah menerapkan belanja tanpa kantong plastik, dan menjual ecobag sebagai gantinya. Penggunaan tumblr. Satu tumblr dapat mengurangi pembelian puluhan botol minum kemasan dalam satu minggu. Bayangkan, jika seluruh masyarakat sudah menggunakan tumblr, mungkin produksi botol minum kemasan akan digantikan dengan isi ulang tumblr berbayar di pasar, supermarket, dan toko lainnya. Selain itu, penggunaan stainless straw juga sangat praktis untuk mengurangi sampai sedotan plastik sekali pakai. Beberapa produk lain adalah sikat gigi bambu, kotak makan reusable, sendok stainless/sendok kayu dan edible water bubble.
Penulis: Muhammad Suryadiningrat (Mahasiswa PPDH Gelombang XXXVIII FKH UNAIR)





