Pemaparan materi kuliah tamu mengenai makna bahasa temporer oleh Assoc. Prof. Dr. Hisamudin bin Isam di Ruang Chairil Anwar FIB UNAIR pada Selasa (2/6/2026).
FIB NEWS – Departemen Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga (FIB UNAIR) menyelenggarakan kuliah tamu bertajuk “Penerokaan Makna dalam Bahasa Kontemporeri: Pendekatan Semantik dalam Konteks Digital” pada Selasa (2/6/2026) di ruang Chairil Anwar. Kegiatan tersebut menghadirkan Assoc. Prof. Dr. Hisamudin bin Isam dari Universiti Utara Malaysia yang membahas perkembangan makna bahasa di tengah pesatnya penggunaan media sosial.
Bahasa Digital Ubah Makna
Menurut Assoc. Prof. Dr. Hisamudin, media sosial telah menghadirkan bentuk komunikasi baru yang memperluas cara manusia menyampaikan dan menafsirkan pesan. Emoji, misalnya, tidak lagi sekedar pelengkap percakapan, tetapi dapat mewakili emosi, sikap, bahkan makna makna yang berbeda-beda tergantung konteks penggunaannya.
“Makna hari ini tidak hanya dibentuk oleh kata-kata, tetapi juga oleh simbol dan konteks digital yang melingkupinya,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa fenomena tersebut menunjukkan bahasa sebagai sistem yang dinamis dan terus berkembang mengikuti perubahan sosial masyarakat. Kehadiran media sosial juga membuat proses pembentukan makna berlangsung lebih cepat dibandingkan sebelumnya.
Lahan Baru Kajian Semantik
Dalam kuliah tersebut, Assoc. Prof. Dr. Hisamudin juga membahas berbagai konsep semantik, seperti polisemi, sinonimi, dan homonimi, yang kini dapat diamati melalui penggunaan bahasa di platform digital. Berbagai istilah populer seperti ghosting, flex, “gabut”, hingga buzzer menjadi contoh bagaimana masyarakat terus menciptakan makna baru dalam berkomunikasi.
“Istilah yang muncul di media sosial merupakan data penting untuk memahami perubahan bahasa yang sedang terjadi dalam masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, ia menjelaskan bahwa makna suatu kata atau simbol dapat berbeda menurut generasi, budaya, maupun wilayah geografis. Perbedaan tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi para peneliti bahasa untuk memahami perkembangan komunikasi kontemporer.
Dokumentasi Bahasa Digital Penting untuk Linguistik
Menurut Assoc. Prof. Dr. Hisamudin, perkembangan bahasa di media sosial merupakan fenomena yang penting untuk diperhatikan oleh para peneliti bahasa. Berbagai istilah baru, simbol, hingga bentuk komunikasi yang muncul di ruang digital tidak hanya mencerminkan kreativitas pengguna, tetapi juga menunjukkan bagaimana masyarakat terus membangun dan mengubah makna dalam kehidupan sehari-hari.
“Bahasa sentiasa berubah mengikut perkembangan zaman, maka tugas pengkaji bahasa adalah merekam (mendokumentasikan) dan memahami perubahan tersebut secara ilmiah,” tuturnya.
Ia menjelaskan bahwa dokumentasi terhadap fenomena bahasa digital diperlukan agar perkembangan bahasa dapat dipahami secara lebih dalam. Selain menjadi sumber data bagi penelitian linguistik, dokumentasi tersebut juga dapat membantu memahami perubahan sosial, budaya, dan pola komunikasi yang terjadi di tengah masyarakat modern.
Kegiatan kuliah tamu seperti ini kerap mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4, yaitu Quality Education, karena memperkaya wawasan mahasiswa mengenai perkembangan bahasa dalam konteks digital.
Penulis: Aega Ridho Fatra Setiawan
Editor: Gustyosih Chesta Pramesti




