Universitas Airlangga Official Website

Kabinet Cakra Vidya Resmi Nahkodai HMD Ilmu Sejarah

Serah Terima Jabatan Oleh Muhammad Bayu Samudra (Kiri), Kepada Muhammad Verdi Yudha Pratama (Tengah), Didampingi oleh Pembina HMD Ilmu Sejarah, Edy Budi Santoso, S.S, M.A. (Kanan)

FIB NEWS — Program Studi Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Airlangga (FIB UNAIR), kembali melantik kepengurusan Himpunan Mahasiswa Departemen (HMD) Ilmu Sejarah kabinet Cakra Vidya periode 2026 yang bertempat di Ruang Herodotus, Lantai 3 FIB, kampus Dharmawangsa-B UNAIR pada Sabtu (21/2/2026).

Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Dekan I FIB UNAIR, Prof. Dr. Sarkawi B Husain, S.S., M.Hum.; Kepala Program Studi Ilmu Sejarah, Dr. Johny Alfian Khusyairi, S. Sos., M.A.; Pembina HMD Ilmu Sejarah, Edy Budi Santoso, S.S, M.A.; Kasubag Kemahasiswaan FIB, Ubaidillah, S.IIP.; Kepala HMD Ilmu Sejarah periode 2025, Muhammad Bayu Samudra; Ketua BEM FIB, Indy Rachman; Ketua BLM FIB, Viona Putri Ariani, serta beberapa perwakilan dari HIMA Sejarah Peradaban Islam UINSA dan HMP Pendidikan Sejarah UNESA.

Pesan Efektivitas bagi Kepengurusan Baru

Dalam sambutannya, Prof. Sarkawi menegaskan pentingnya efektivitas dalam penyusunan program kerja HMD.

“Harapan saya, tidak perlu merencanakan kegiatan yang terlalu banyak. Pilihlah kegiatan yang kecil, tapi dampaknya besar, supaya kalian tidak terlalu capek. HMD adalah tempat kalian untuk mengembangkan diri, berjejaring, dan lain sebagainya,” tuturnya.

Ia juga menyatakan bahwa dirinya beserta Kepala Program Studi Ilmu Sejarah dan Pembina HMD Ilmu Sejarah, akan selalu siap sedia untuk menampung berbagai pandangan dan konsultasi selama periode kepengurusan berlangsung. Terakhir, Ia berpesan kepada pengurus yang telah dilantik untuk senantiasa memprioritaskan kewajiban akademik di sela-sela mengampu kewajiban berorganisasi.

Cakra Vidya: Ilmu yang Bergerak

Ketua HMD Ilmu Sejarah terpilih, Muhammad Verdi Yudha Pratama, dalam pidatonya menjelaskan makna Cakra Vidya sebagai nama kabinetnya. Ia mengambil kalimat ‘Cakra Vidya’ dari bahasa Sanskerta yang memiliki makna sebagai ‘ilmu yang bergerak’. Oleh karenanya, ia menegaskan visi HMD Ilmu Sejarah untuk bergerak, berdampak, dan berproses berlandaskan ilmu.

Untuk mencapai visi tersebut, Verdi menyampaikan perlunya langkah-langkah yang harus dicapai dengan merangkainya menjadi sebuah kata ‘ILMU’, yakni; Inklusivitas kepada seluruh civitas akademika Ilmu Sejarah UNAIR, Literatif dengan sistem akademik untuk menjadikan dasar berorganisasi, Mengabdi sesuai dengan tri dharma perguruan tinggi, dan Unggul dalam profesionalitas kerja.

Menutup pidato, Verdi mengutip buku Atomic Habits karya James Clear ‘Ketika seseorang melihat kesuksesan seseorang karena hasilnya, maka seseorang itu biasa saja, tetapi ketika seseorang itu melihat kesuksesan seseorang karena prosesnya, maka seseorang itu akan tahu arti perjuangan,’ “Oleh karena itu, maka mari kita berproses, mari kita kembangkan proses, dan mari kita hargai proses,” pungkasnya.

Kegiatan ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) Nomor 4, yaitu quality education.

Penulis: Bahrul Ulum Assiddiqi

Editor: Pudja Safana Dwi Putri