Universitas Airlangga Official Website

Mahasiswa Chuo University Presentasikan Transportasi Indonesia

FIB NEWS – Surabaya, 27 Februari 2025, Mahasiswa inbound dari Chuo University, Jepang, menyelesaikan rangkaian kegiatan akademiknya di Program Studi Bahasa dan Sastra Jepang dengan melakukan presentasi dalam bahasa Indonesia. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Chairil Anwar, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Airlangga, dan turut dihadiri oleh perwakilan Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya.

Salah satu mahasiswa inbound, Michiru Fuwa, membawakan presentasi bertajuk “Transportasi di Indonesia.” Dalam pemaparannya, ia menjelaskan berbagai moda transportasi yang umum digunakan di Indonesia serta tantangan yang dihadapi dalam sistem transportasi publik.

Moda Transportasi Populer di Indonesia

Menurut Michiru Fuwa, salah satu moda transportasi paling populer di Indonesia adalah sepeda motor. Banyak mahasiswa dan masyarakat umum yang menggunakan sepeda motor sebagai sarana transportasi utama karena dinilai lebih praktis dan ekonomis. Namun, ia juga mencatat bahwa di Chuo University, Jepang, mahasiswa tidak menggunakan sepeda motor sebagai alat transportasi utama.

Selain sepeda motor, kendaraan roda empat seperti mobil juga menjadi pilihan transportasi yang lebih aman dan nyaman, terutama untuk perjalanan bersama keluarga atau dalam kelompok. Michiru menyoroti bahwa di Indonesia, penggunaan mobil sering kali lebih praktis dibandingkan sepeda motor, terutama dalam hal kenyamanan dan keselamatan.

Transportasi Umum dan Tantangannya

Dalam presentasinya, Michiru juga menyoroti transportasi umum di Indonesia, seperti kereta dan bus. Ia mencatat bahwa layanan transportasi umum masih terbatas di beberapa kota besar, seperti Jakarta dan Surabaya, sehingga jumlah penggunaannya relatif lebih sedikit dibandingkan kendaraan pribadi.

Selain itu, Michiru juga mengamati bahwa budaya berjalan kaki dan bersepeda di Indonesia masih kurang diminati. Ia menyebutkan bahwa kondisi jalan yang kurang terawat serta volume kendaraan yang tinggi menjadi faktor utama mengapa masyarakat enggan menggunakan transportasi ramah lingkungan tersebut. Di Jepang, bersepeda dan berjalan kaki lebih umum dilakukan, terutama di daerah perkotaan dengan infrastruktur yang mendukung.

Permasalahan Kemacetan dan Solusi

Salah satu isu utama yang dibahas dalam presentasi ini adalah kemacetan lalu lintas di kota-kota besar di Indonesia. Michiru mengungkapkan bahwa Surabaya merupakan salah satu kota dengan tingkat kemacetan tinggi. Ia berpendapat bahwa salah satu penyebab utama adalah rendahnya penggunaan transportasi umum serta kurangnya perhatian terhadap perbaikan infrastruktur jalan.

Selama tinggal di Surabaya, Michiru merasa kesulitan dalam menggunakan transportasi umum karena kurangnya informasi mengenai jadwal kedatangan bus serta sistem pembayaran yang masih belum sepenuhnya digital. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya upaya pemerintah dalam mendorong masyarakat untuk lebih menggunakan transportasi umum dan meningkatkan fasilitas infrastruktur transportasi guna mengurangi kemacetan.

Kesimpulan

Melalui presentasi ini, Michiru Fuwa memberikan perspektif menarik mengenai sistem transportasi di Indonesia berdasarkan pengamatannya selama berada di Surabaya. Ia menyoroti pentingnya perbaikan infrastruktur transportasi serta peningkatan kesadaran masyarakat dalam menggunakan moda transportasi umum guna menciptakan lingkungan yang lebih nyaman dan efisien.

Presentasi mahasiswa inbound ini tidak hanya menjadi ajang pembelajaran bagi mereka dalam menggunakan bahasa Indonesia, tetapi juga membuka diskusi mengenai tantangan dan peluang dalam sistem transportasi di Indonesia. Diharapkan, melalui program pertukaran ini, terjadi pertukaran ide yang konstruktif antara mahasiswa Indonesia dan Jepang dalam memahami permasalahan transportasi serta mencari solusi yang lebih baik di masa depan.

Kegiatan ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 17, yaitu partnership for the goals.