Afrigh Abrar Brahmantya dan dua timnya meraih juara 3 dalam ajang Business Case Competition (BCC) dalam ASEAN School of Business Network (ASBN) di Universitas Islam Indonesia pada Jumat (9/8/2024).
Foto: Dokumentasi Narasumber
FIB NEWS – Afrigh Abrar Brahmantya, mahasiswa semester 5 Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga (FIB UNAIR), berhasil menorehkan prestasi membanggakan. Melalui ajang Business Case Competition (BCC) dalam ASEAN School of Business Network (ASBN), kegiatan itu diselenggarakan oleh Universitas Islam Indonesia pada Jumat (9/8/2024). Afrigh dan dua orang timnya itu sukses meraih gelar juara 3 dalam lingkup internasional.
Meski bukan berasal dari latar belakang ekonomi bisnis, hal itu rupanya bukan menjadi hambatan Afrigh melakukan kegiatan yang sesuai dengan minatnya. Ia mengungkapkan bahwa kompetisi serupa juga pernah ia jalani sebelumnya.
“Ini kali kedua aku ikut BCC, yang pertama masih meraih top 5, tetapi pas kemarin itu kebetulan the second time dan dapat juara 3,” paparnya.
Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) Fakultas Ilmu Budaya tahun 2023 itu pun bercerita, ia sempat harus menghadapi tantangan dalam memahami materi tentang financial projection. Beruntungnya, ia bertemu dengan rekan sejawatnya yang dapat berbagi peran selama menyelesaikan case study.
“Kebetulan lombaku berkelompok, jadi masing-masing ada bagiannya sesuai minat ilmu. Adapun bagianku, lebih ke arah riset analisis problem and solution sedangkan temanku yang finance. Jadi aku dan temanku bisa saling melengkapi,” tutur Afrigh.
Bekerja sama dengan dua mahasiswa dari universitas yang berbeda, Afrigh banyak belajar terkait kolaborasi, terutama dalam menyelesaikan case study untuk suatu bisnis yang menjadi tujuan kariernya. Ia merasa banyak termotivasi untuk dapat berprestasi di tingkat internasional hingga berharap kelak dapat membawanya masuk pada perusahaan multinasional.
Strategi dalam Case Study
Afrigh turut menggambarkan secara singkat case yang ia pecahkan bersama tim. Ia dan tim menganalisis suatu produk brand lokal Indonesia yang bersaing dengan produk luar negeri yang menggunakan marketing andal sehingga lebih banyak disukai khalayak.
Dalam mengatasi hal tersebut, pertama, Afrigh lebih menekankan pada strategi campaign atas produk-produk ramah lingkungan. Kedua, Afrigh mengusulkan untuk pemilihan komposisi bahan baku dapat dirancang dengan mempertimbangkan waktu tertentu agar bisa mendapatkan bahan produk yang terjangkau sekaligus mengurangi risiko inflasi.
“Menurutku, adanya marketing campaign yang mengarah pada tujuan eco friendly dan pertimbangan efisiensi sistem seperti aspek biaya dan waktu menjadi strategi utama timku bisa unggul daripada ide tim lain,” ungkap Mawapres FIB itu.
Berkat kemenangannya, Afrigh merasa tertantang untuk mengikuti berbagai kompetisi dalam bidang bisnis lainnya sembari terus mengevaluasi cara kerja. Ia pun berpesan bahwa menjaga kolaborasi menjadi kunci dalam kesuksesan tim disertai keinginan kuat untuk selalu belajar hal baru.
Pada akhir, Vice President of Human Resource and Development (HRD) BSO Lingkar Prestasi itu senang dapat menorehkan prestasi mewakili FIB UNAIR hingga tersimpan harapan untuk terus melaju lebih tinggi.
“Senang rasanya dan campur aduk, bahagia bisa lulus business international karena aku juga termotivasi untuk jadi wisudawan berprestasi kelak dengan menata mulai sekarang ikut-ikut kompetisi serupa dan hopefully bisa juara satu lah,” pungkasnya.
Penulis: Nur Khovivatul Mukorrobah




